Pengalaman Selingkuh dengan Sepupu Istriku II | Sex Terbaru
Situs BandarQ agen bandarq online dominiqq BandarQ online

Pengalaman Selingkuh dengan Sepupu Istriku II

Cerita Sex Sebelumnya : Pengalaman Selingkuh dengan Sepupu Istriku I – Akhirnya hari esok pun tiba, di siang hari tepatnya di rumahku terkadang ada beberapa anak sekolah lewat, kebetulan sepupu istriku waktu itu sering lewat depan rumahku. Sebenarnya kami juga berpacaran, tapi karena saya & Futchi lebih dekat maka saya & Indi jarang bertemu sebagai seorang pacar walau belum ada kata putus.

Mulanya kami cuma menyapa, tapi beberapa hari pun lewat, akhirnya kami mulai mengobrol, & mungkin karena ada perasaan suka di antara kami. Akhirnya dia pun sering mampir ke rumahku, dari hari ke hari sepulang sekolahnya.

Akhirnya terungkap kalau memang masih ada perasaan suka di antara kami, akhirnya kami akrab & terus akrab. Mulanya kami sengaja cuma bersahabat & kami mengerti bila saya berpacaran dengan sepupunya, istriku sekarang. Tapi perasaan saling suka tak bisa kami bendung, rasanya kurang bila kami belum bertemu.

Cerita Mesum : Pengalaman Selingkuh dengan Sepupu Istriku II

sepupu kentu, cerita hot adik sepupu, sepupu perawan, memek perawan sepupu, cerita seks terbaru adik sepupu, berkhianat sama istri, ngentot memek sepupu seksi

Kami pernah jarang bertemu, & kemudian kami bertemu lagi, ketika itu dia pulang sekolah bersama temannya, lalu dia berpisah & mampir ke rumahku. Akhirnya kami mengobrol & masuk ke dalam rumah supaya nyaman, & kami berbincang di dalam. Entah mengapa rasa sukaku mulai bertambah, kulihat dia bersama sosoknya dari ujung rambut sampai kaki.

Agaknya gejolakku mulai bertambah, kupegang tangannya, kubelai rambutnya, perlahan mataku mulai tertarik memandangi buah dadanya. Akhirnya kami mulai berbicara sambil berpandangan, kutatap matanya hidungnya, giginya yang putih & rapi, bibirnya yang merah pucat, pinggangnya, betisnya, pokoknya semuanya.

Seketika dia sadar dengan tatapan mataku yang tertuju, & dia menjadi salah tingkah. Perlahan kami duduk sangat dekat, sampai saya bisa merangkul & memeluk tubuhnya dari samping & belakang, tampaknya dia menyukainya.

Perlahan hasratku memuncak, terasa hasratku untuk menjamahnya, & tampaknya suasana & kondisi sangat memungkinkan. Pertama, kudekap & kurangkul tubuhnya, kucium pipinya, kurasa dia memberi lampu hijau kepadaku.

Rasanya tubuhnya sudah kumiliki, perlahan kudekap pinggangnya, tanganku satunya mengusap wajahnya yang manis, lalu ke pipi, kuping lalu turun perlahan ke leher pundak, lalu ke pinggang sambil sengaja kulewati buah dadanya dengan sentuhan telapak tanganku. Seketika kulepas pelukanku, lalu badanku ke depan, saya pura-pura melihat-lihat & memegang sesuatu di meja, lalu kusenderkan lagi badanku ke kursi seiring sikuku yang seolah-olah tak sengaja untuk menyentuh buah dadanya.

Akhirnya sikuku menyentuh dadanya & dia agak kaget bercampur aduk, kurasakan empuk di sikuku. Dengan pura-pura saya meminta maaf karena saya tak sengaja, lalu kurangkul kembali tubuhnya.

Kurasakan getaran di jiwaku, perlahan kucium pipinnya, kupingnya, lehernya, dagunya & akhirnya kutuju bibirnya, seketika dia kaget karena kukecup bibirnya. Lalu dia menghindar dari bibirku seketika sambil berkata.

sepupu kentu, cerita hot adik sepupu, sepupu perawan, memek perawan sepupu, cerita seks terbaru adik sepupu, berkhianat sama istri, ngentot memek sepupu seksi

“Mas!” lalu dia terdiam dengan beribu benak di pikirannya. Lalu perlahan kuhampiri wajahnya kembali, & kukecup bibirnya.

Perlahan dia menolak, menghindar dengan wajah bingung. Lalu tanganku ke dagunya & kutahan, perlahan bibirku mulai bisa menikmati bibirnya karena dia mulai tak menolak. Perlahan kurasakan bibirnya, lidahnya, & akhinya kunikmati.

Mulanya dia terdiam & pasrah, beberapa ketika kemudian tangannya mulai memegang & megelus lengan & tubuhku, lalu bibir & lidah kami saling bersaing seiring berebutan air liur. Tanganku tak bisa diam rupanya, kuelus-elus pinggangnya, perut, lalu kuraba dadanya.

Perlahan tangannya memegang tanganku di dadanya & bibirnya perlahan dia lepaskan bersama tanganku.

Lalu dia berkata, “Mas..!” dengan wajah yang campur aduk.

Sahutku, “Ada, apa?”

“Jangan dulu Mas!” jawabnya.

Lalu kujawab kembali, “Jangan takut!”

Lalu kuhampiri lagi bibir & dadanya, tampaknya dia agak menolak & secara perlahan & akhirnya dia malah menikmatinya.

Akhirnya hubungan kami bertahap dari hari ke hari, akhirnya kumulai mendapatkannya dari meraba dadanya, meremasnya, melihatnya secara langsung, & menghisap kedua buah dadanya. saya selalu menikmati dadanya & hampir tiap ketika rumahku kosong ketika bersamanya, hampir tak pernah buah dada & putingnya tertutup, karena selalu kujamah.

Pernah di ketika saya menikmati tubuh atasnya yang polos, di ketika itu dia cuma mengenakan CD & roknya, tepatnya di dalam kamarku. Kami cuma bisa bercumbu di kamar, karena ketika itu di rumahku ada pembantuku yang baru. Kurasakan birahiku memuncak ketika saya menindih tubuhnya di tempat tidur, tanganku tak kuasa & akhirnya mengangkat roknya & perlahan mencari celah & menyusup di CD-nya. Dengan cepat dia menahan tanganku, sambil berkata, “Jangan yang ini, saya masih perawan,” & kujawab, “Nggak Say, saya nggak masuk kok, cuma di luar, janji deh.”

Perlahan dia lepas tangannya. Jemariku akhirnya leluasa mengelus-elus bulu & belahannya, sampai kurasakan belahannya licin & jariku basah. Akhirnya birahi kami terus bertambah, perlahan kulepas CD-nya. Dengan cepat tangannya menahan tanganku kembali & dengan lemas dia berkata, “jangan saya masih mau perawan, jangan Mas!”

Dengan perlahan kujawab, “Aku cuma mau liat tubuhmu langsung, saya nggak bakal masukin deh, itu kamu tetep utuh, saya janji deh!”

Perlahan dia pasrah & menjawab,

“Aku udah ngasih banyak, emang belom cukup?”

Ucapku, “Aku rasa belom, saya janji nggak ngerobek selaput kamu, tapi bolehkan kubuka semuanya.”
Ia pun menjawab, “Gimana ya, boleh .. asal kamu janji.”

Lalu perlahan kubuka CD & roknya. Mataku perlahan menerawangi tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, kulihat rambut, wajah, leher, pundak, dada, perut, pinggang, bulunya, paha, dengkul sampai ke ujung kaki. Tampaknya tubuhnya memang mulus & lebih dari yang dimiliki Futchi .

“Ndi, badan kamu bagus ya,” ucapku pelan.

“Masa! Makasih ya,” ucapnya dengan tegang & lemas.

Kutatap matanya, tanganku tak ketinggalan kuusap-usap tubuhnya kemudian kami berciuman. Tampaknya dia terbawa, kunikmati bibirnya, kupingnya, lehernya, pundaknya, dada & putingnya, perutnya akhirnya kulewati bulu hitamnya & kucium kedua pacuma yang putih lalu belahan di selangkangannya.

Perlahan Indi menegang, dagunya terangkat & kemudian dadanya terangkat seakan kedua toketnya membusung memamerkan diri, kurasakan Indi menikmati sentuhan bibirku. Kemudian bibirku menciumi belahan Indi, kurasakan dia menggeliat-geliat & kedua tangannya mengelus & membuai rambutku.

Kedua tanganku memegang dengkulnya & perlahan membuat kedua kakinya mengangkang lebar sehingga belahannya agak terbuka. Detil demi detil kulihat bagian di belahan tubuh Indi, lalu kuhampiri tonjolan yang ada di ujung belahan Indi, kurasakan perbedaan dari beberapa cewek yang kusentuh, tampaknya Indi memiliki tonjolan & sama seperti Yanti tetapi berbeda dengan Futchi yang tak memiliki tonjolan.

Kucium, kukecup, lalu lidahku perlahan keluar & menyentuh tonjolan itu, kudengar Indi mendesah dengan kaget. Sesudah itu lidahku mulai bermain & Indi menegang & mendesah dengan tegang, kujilati tonjolan itu sampai basah. Lidahku bermain terus lalu turun ke arah bibir memek Indi, dengan desahan yang tegang Indi berkata,

“Mas David, ahh!” Lidahku menjilati bibir memeknya & perlahan kucoba masuk ke liang memeknya yang masih agak sempit & kurasakan selaput dara Indi, ah.. kunikmati keutuhan selaput daranya. Desahan & ketegangan Indi serta belaian tangannya terus membuat nafsuku bertambah, rasanya keinginanku bertambah, kurasakan gejolak ingin menyetubuhi & merasakan liang memeknya. Kurasakan hasratku tak tertahan lagi.

Perlahan badanku kusejajarkan dengan tubuh Indi, bibir & lidahku mulai naik dari liang memek, tonjolannya, bulunya, perut & pusarnya, belahan toketnya, lehernya, lalu ke kupingnya & perlahan kucium & kumasukkan ujung lidahku ke lubang telinga Indi & kurasakan dia menegang kaku & tak bisa bergerak.

Kurasakan kedua kaki Indi mengapit kedua kakiku & kedua tangannya yang lembut mengelu-elus punggungku. Ah, kurasakan sentuhan Indi membuatku jadi nafsu. Ingin saya menyetubuhinya, pelan-pelan kugesek-gesekkan milikku dengan belahan Indi sehingga kurasakan cairan membuat basah milikku & kurasakan licin & lembut waktu kugesek-gesekkan milikku di belahannya.

Perlahan kubuat kembali kakinya mengangkang dengan kedua pahaku, sehingga kurasakan kelembutan belahannya & kurasakan bulu-bulu kami basah kuyup. Mungkin karena kulihat Indi menikmati percintaan ini maka tanpa berpikir lagi kuikuti nafsuku & saya bertanya,

“Ndi, masuk ya?” lalu Indi terlihat ragu & bingung, namun karena gairah kami yang memanas dia cuma bisa menunggu untuk menikmati kelanjutan percintaan.

Ia memasrahkan dirinya kepadaku, terlihat dia tak bisa berpikir & cuma terus melayang jauh menikmati semuanya, seketika dia berkata,

“Mas David!” sambil bergeliat & merasakan gairah serta rangsangan di seluruh tubuhnya. saya masih bingung, lalu kedua tanganku menghampiri pantatnya, kudekap, kuremas, lalu kugesekan kembali milikku di belahannya sambil perlahan kugelitiki lubang anusnya dengan ujung jariku.

Sedikit demi sedikit cairan dari daerah memek Indi kualiri ke lubang anus Indi sehingga terasa licin & jariku bisa masuk ke anusnya. Akhirnya jemariku bisa keluar masuk dengan mudah di anusnya yang licin, terlihat Indi menikmatinya & desahan yang tegang dia keluarkan dengan suara yang menggairahkan.

Perlahan kontolku terhunus & siap menembus bibir memeknya yang lembut.

“Ndi, masuk ya?” ucapku dengan bergetar.

“Terserah Mas!” ucapnya tanpa bisa berpikir karena dikuasai nafsu & rangsangan sehingga dia terbawa melayang & pasrah menikmati kejadian ini.

Perlahan kontolku yang terhunus mendekati bibir memek Indi & perlahan kurasakan lembut bibir memeknya, perlahan ujung kontolku mencoba masuk & kurasakan agak tertahan, kulihat Indi mengemut bibir bawahnya & dagunya terangkat tinggi sambil terlihat menahan nafas. Ah, kurasakan lembut di ujung kontolku.

Seketika saya tersadar akan janjiku, namun birahi ini tak tertahan. Lalu, “Ndi, yang belakang boleh ya?” sahutku karena tak bisa menahan keinginan milikku yang ingin merasakan dagingnya. “Mas David!” dengan nada pasrah dia jawab keinginanku.

Lalu perlahan dia tengkurapkan tubuhnya dengan iringan tanganku, kulihat rambutnya terurai menutup wajahnya. Kutindih tubuhnya yang elok, kuciumi lehernya, pundaknya, kupingnya sambil tanganku meremas-remas & memainkan buah dadanya yang terhimpit tubuhnya.

Kemudian kududuk di bawah pantat Indi yang berbentuk gunung, lalu kubuka pantat Indi sehingga belahan yang menutup anus Indi terbuka & anusnya agak terlihat lubangnya.

Kontolku yang terhunus perlahan mencoba masuk ke liang anus Indi, tetapi mulanya sulit masuk walaupun sudah licin, dengan sabar kucoba & beberapa lama kemudian kurasakan anus yang agak rapat perlahan-lahan bisa terbuka seiring ukuran kontolku.

“Mas David, ahh!” sahut Indi seiring kontolku yang masuk ke dalam anusnya. Akhirnya kurasakan tubuh Indi, perlahan kukeluar-masukkan kontolku di anusnya.

Kurasakan empuknya pantat Indi, lembutnya tubuhnya, seluk beluk tubuhnya yang membuat birahiku tertuang, perlahan & perlahan & akhirnya kontolku mudah keluar-masuk di anus Indi. Desahan demi desahan Indi keluarkan & membuat nafsuku tertuang, akhirnya kusetubuhi tubuh Indi, kurasakan lembutnya kedua paha dalam belakang Indi di depan kedua pahaku.

Bokongnya terangkat seolah meminta sentuhan dari kontolku, tak lama saya bermain di lubang belakang Indi sampai kurasakan semua tubuhku menegang & kulepaskan air maniku di dalam tubuhnya. Indi menegang & tubuhnya terdiam lemas sambil mengeluarkan rintih & desahan karena merasakan air maniku yang menyembur di dalam tubuhnya.

Beberapa hari kemudian kami melakukan lagi, mungkin karena tempatnya yang tak sesuai maka tiap masuk lubang belakang saya selalu menggunakan pengaman, meski begitu kami menikmatinya & mungkin karena selaputnya terus kami pertahankan.

Sesudah beberapa wanita kutiduri akhirnya akumulai ketagihan & banyak tiap wanita yang kukenal akhirnya akrab sampai ke ranjang & tiap melakukan kuabadikan dengan handycam-ku, untungnya mereka semua tak mengetahui hal ini.

Kurasakan kelemahanku & kurasakan perbedaan kenikmatan, kelembutan & kepuasan yang kubisa dari masing-masing tubuh wanita. Untunglah tiap wanita yang kusentuh tak ada yang hamil. Bersambung Pengalaman Selingkuh dengan Sepupu Istriku III

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*