Menantu Binal Selingkuh dengan Mertua | Sex Terbaru
Situs BandarQ agen bandarq online dominiqq BandarQ online

Menantu Binal Selingkuh dengan Mertua

Cerita Perselingkuhan Menantu – Pri dengan tubuh yang gemuk perut buncit mata yang sering memerah akibat sering meminum minuman keras, kepala botak, dan sudah lama juga dia menduda kali ini dia harus menjual semua yang di miliki dia karena kalah dari judi, sekarang dia tak punya apa apa kecuali anakya yang sudah berkeluarga, Pri dengan terpaksa berkunjung di rumah anaknya.

Dia berkata kalau semetara ini bapak akan tinggal di sini bersama kalian selama bapak memperoleh rumah kontrakan yang baru, suatu hari Pri datang ke rumah dan diketuknya pintu depan dan Hesti, menantu perempuannya yang berumur 24 tahun, muncul memakai celana pendek putih dan kemeja biru dengan cuma tiga kancing atasnya yang terpasang, memperlihatkan perutnya yang rata. Rambutnya yang berombak tergerai sampai bahunya dan mata indahnya terbelalak menatapnya.

Cerita Sex Menantu Binal Selingkuh dengan Mertua

cerita ngentot menantu, ngentot menentu seksi, cerita mesum bareng menantu, kisah Hot masa kini, cerita panas menantu, mertua ngentot menantu semok, memek menantu menggoda, selingkuh dengan menantu, perselingkuhan rumah tangga

“Papi, saya pikir papi baru datang besok, mari masuk”, katanya sambil berbalik memberi Pri sebuah pemandangan yang indah dari bokongnya. Dengan tingginya yang 175 itu, ia terlihat sangat cantik. ia mempunyai figur yang sempurna yang membuat lelaki manapun akan bersedia mati untuk dapat bercinta dengannya.

Afit masih di kantor, sebentar lagi pasti pulang.”

“Kupikir saya cuma nggak mau ketinggalan bus”, kata Pri sambil duduk.

“Nggak apa-apa”, jawab Hesti, membungkuk ke depan untuk mengambil sebuah mug di atas meja kopi.

Dengan cuma tiga kancing yang terpasang, itu memberi Pri sebuah pemandangan yang bagus akan toketnya, kelihatan sempurna. Memperhatikan hal tersebut menjadikan Pri ereksi dengan cepat, dan ia harus lebih berhati-hati untuk menyembunyikan reaksi tubuhnnya.

Hesti duduk di sofa di depan Pri dan menyilangkan kakinya, memperlihatkan pacuma yang indah. Posisi duduknya yang demikian membuat pusarnya terlihat jelas ketika ia mulai bertanya pada Pri tentang perjalanannya dan bagaimana keadaannya.

“Perjalanan yang melelahkan”, Pri menjawab sambil matanya menjelajahi dari kepala sampai kaki pada keindahan yang sedang duduk di depannya.

Telah lebih dari 5 tahun sejak Pri berhubungan seks untuk terakhir kalinya. Setelah isterinya meninggal, Pri sering mencari wanita panggilan. Tapi hal itu kian membuat hutangnya menumpuk, dan ia tak mampu lagi untuk membayarnya. Hesti menyadari kalau kemejanya memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya pada mertuanya, maka ia dengan cepat segera membetulkan kancing kemejanya.

“Aku harus ke atas, mandi dan segera menyiapkan makan malam. Anggap saja rumah sendiri”, katanya sambil berjalan naik ke tangga.

Mata Pri mengikuti bokong kencangnya yang bergoyang saat berjalan di atas tangga dan ia tahu bahwa ia memerlukan beberapa ‘format pelepasan’ dengan segera. Kemudian telepon berbunyi. Pri mengangkatnya.

“Halo”

“Hallo, ini papi ya?”, itu Afit.

“Ya Jo”, jawab Pri.

“Pi, saya khawatir harus meninggalkan papi untuk urusan bisnis dan mungkin nggak akan kembali sampai Senin. Ada keadaan darurat. Maafkan saya soal, ini tapi papi bisa kan bilang ini ke Hesti, saya harus mengejar pesawat sekarang. Maafkan saya tapi saya akan telepon lagi nanti”. Mereka mengucapkan selamat jalan lalu menutup teleponnya.

cerita ngentot menantu, ngentot menentu seksi, cerita mesum bareng menantu, kisah Hot masa kini, cerita panas menantu, mertua ngentot menantu semok, memek menantu menggoda, selingkuh dengan menantu, perselingkuhan rumah tangga

Pri memutuskan untuk menaruh koper-kopernya. ia berjalan ke atas, melewati kamar tidur utama, terdengar suara orang yang sedang mandi. Pri menaruh koper-kopernya dan pelan-pelan membuka pintu kamar tidur itu lalu menyelinap masuk. Ada sepasang celana jeans berwarna biru di atas tempat tidur, dan sebuah atasan katun berwarna putih.

Pri mengambil atasan itu dan menemukan sebuah pakaian dalam wanita dibawahnya. Ini telah cukup. Diambilnya celana dalam itu, membuka resliting celananya, dan mulai menggosok kemaluannya dengan itu. Jantungnya berdebar mengetahui menantu perempuannya sedang berada di kamar mandi di sebelahnya selagi ia sedang memakai celana dalamnya untuk dirinya.

Dipercepatnya gerakannya sambil mencoba membayangkan seperti apa Hesti saat di atas tempat tidur, dan bagaimana rasanya mendapatkan Hesti bergerak naik turun pada kontolnya. Pri hampir dekat dengan klimaksnya ketika ia mendengar suara dari kamar mandi berhenti. Dengan cepat Pri menaruh pakaian itu ke tempatnya semula dan keluar dari kamar itu. ia menutup pintunya, tapi masih membiarkannya sedikit terbuka.

Baru saja ia keluar, Hesti muncul dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang membungkus tubuhnya. Pri bisa langsung orgasme cuma dengan melihatnya dalam balutan handuk itu, lalu ia tahu ia akan mendapatkan yang lebih baik lagi. Hesti melepas handuknya, membiarkannya jatuh ke lantai, tak mengetahui kalau mertuanya yang terangsang sedang mengintip tiap geraknya.

ia mendekat ke pintu, saat ia pertama kali melihatnya Pri memperoleh sebuah pemandangan yang sempurna dari bokong yang sangat indah itu. Kemudian Hesti memutar tubuhnya yang kian mempertunjukkan keindahannya. Memeknya terlihat cantik sekali dihiasi sedikit rambut dan toketnya kencang dan sempurna, seperti yang dibayangkan Pri.

Dia mulai mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, membuat toketnya sedikit tergoncang dari sisi ke sisi. Pri menurunkan salah satu kopernya dan menggunakan tangannya untuk mulai mengocok kontolnya lagi. Hesti yang selesai mengeringkan rambutnya, mengambil celana dalamnya dan membungkuk ke depan untuk memakainya. Saat melakukannya, Pri mendapatkan sebuah pemandangan yang jauh lebih baik dari bokongnya, dan ia tak lagi mampu mengendalikan dirinya, ia bisa langsung masuk ke dalam sana dan menyetubuhinya dari belakang.

Lubang anusnya yang berwarna merah muda terlihat sangat mengundang ketika pikiran Pri membayangkan apa Hesti mengijinkan putranya memasukkan kontolnya ke dalam lubang itu. Ketika ia membungkuk untuk memakai jeansnya, gravitasi mulai berpengaruh pada toketnya. Penglihatan ini mengirim Pri ke garis akhir, saat ia menembakkan spermanya ke seluruh celana dalamnya. Pelan-pelan Pri mengemasi baarang-barangnya dan dengan cepat memasuki kamarnya sendiri untuk berganti pakaian.

Setelah makan malam, mereka berdua pergi ke ruang keluarga untuk bersantai.

“Kenapa tak kita buka sebotol wine. saya menyimpannya untuk malam ini buat Afit tapi karena kini ia tak pulang sampai hari Senin, kita bisa membukanya”, kata Hesti sambil berjalan ke lemari es.

“Ide yang bagus”, jawab Pri memperhatikan Hesti membungkuk ke depan untuk mengambil botol wine. Ketika Hesti mengambil gelas di atas rak, atasan putihnya tersingkap ke atas, memberi sebuah pandangan yang bagus dari tubuhnya. Atasannya menjadikan toketnya terlihat lebih besar dan jeansnya menjadi sangat ketat, memperlihatkan lekukan tubuhnya. Pri tak bisa menahannya lagi. ia harus bisa mendapatkannya.

Sebuah rencana mulai tersusun dalam otak mesumnya. Dua jam berbicara dan mulai mabuk saat alkohol mulai menunjukkan efeknya pada Hesti. Dengan cepat topik pembicaraan mengarah pada pekerjaan dan bagaimana Hesti sedang mengalami stress belakangan ini.

“Kenapa kamu tak mendekat kemari dan saya akan memijatmu”, tawar Pri. Hesti dengan malas berkata ya dan pelan-pelan mendekat pada Pri dan berbalik pada punggungnya lalu tangan Pri mulai bekerja pada bahunya.

“Oohh, ini telah terasa agak baikan”, ia merintih.

Pri tetap memijat bahunya ketika perasaan mendapatkan Hesti mulai mengaliri tubuhnya, membuat kontolnya mengeras. Mata Hesti kini terpejam saat ia benar-benar mulai menikmati apa yang sedang dilakukan Pri pada bahunya. Bokongnya kini berada di atas kontol Pri, membuat Pri ereksi penuh.

“Oohh, saya tak bisa percaya bagaimana leganya perasaan ini, papi sungguh baik”.

“Ini keahlianku”, jawab Pri saat ia pelan-pelan mulai menggosokkan kontolnya ke bokong Hesti.
Hesti menyadari apa yang sedang terjadi. ia tak menghiraukan apa yang Pri lakukan dengan pijatannya yang mulai ‘salah’ itu. ia sangat mencintai suaminya dan tak pernah akan mengkhianati dia. Dan bayangan tidur dengan mertuanya sangat menjijikkannya.

Dia meletakkan kedua tangannya pada kaki Pri saat mencoba untuk melepaskan dirinya dari kontol Pri. Tapi dengan gerakan malasnya, cuma menyebabkannya menggerakkan bokongnya naik turun selagi ia menggunakan tangannya untuk menggosok paha Pri. Tahu-tahu ia merasa sangat bergairah, dan ia ingin Afit ada di sini agar ia bisa segera bercinta dengannya. Pri tahu ia telah mendapatkannya.

“Ini mulai terasa nggak nyaman untuk aku, kenapa kita tak pergi saja ke atas”, ajak Pri .

“Baiklah, saya belum merasa lega benar, tapi sebentar saja ya, sebab saya nggak mau membuat papi lelah”.

Ketika mereka memasuki kamar tidur, Pri menyuruhnya untuk membuka atasannya agar ia bisa menggosokkan lotion ke punggungnya. ia setuju melepasnya dan ia memperlihatkan bra putihnya yang menahan toketnya yang sekal.

Gairahnya terlihat dengan puting susunya yang mengeras yang dengan jelas terlihat dari bahan bra itu. Apa yang Hesti kenakan kini cuma bra dan jeans ketatnya, yang hampir tak muat di pinggangnya. Hesti rebah pada perutnya ketika Pri menempatkan dirinya di atas bokongnya.

“Begini jadi lebih mudah untukku”, kata Pri saat ia dengan cepat melepaskan kemejanya dan mulai untuk menggosok pinggang dan punggung Hesti bagian bawah.

Alkohol telah berefek penuh pada Hesti ketika ia memejamkan matanya dan mulai jatuh tertidur.
“Oohh Afit”, ia mulai merintih.

Pri tak bisa mempercayainya. Di sinilah dia, setelah 5 tahun tanpa seks, di atas tubuh menantu perempuannya yang cantik dan masih muda dan yang dipikirnya ia adalah suaminya. Pelan-pelan dilepasnya celananya sendiri, dan membalikkan tubuh Hesti. Pri pelan-pelan mencium perutnya yang rata saat ia mulai melepaskan jeans Hesti dengan perlahan.

Memek Hesti kini mulai basah saat ia bermimpi Afit menciumi tubuhnya. Dengan hati-hati Pri melepas jeansnya dan mulai menjalankan ciumannya ke atas pahanya. Ketika ia mencapai celana dalam yang menutupi memeknya, ia menghirup bau harumnya, dan kemudian sedikit menarik ke samping kain celana dalam yang kecil itu dan mencium bibir memek merah mudanya. Memeknya lebih basah dari apa yang pernah Pri bayangkan. Hesti menggerakkan salah satu tangannya untuk membelai toketnya sendiri, sedang tangan yang lainnya membelai rambut Pri .

“Oohh Afit”, ia merintih ketika kini Pri menggunakan lidahnya untuk menyelidiki memeknya. Kontolnya akan meledak saat ia mulai menjalankan ciumnya ke atas tubuhnya.

Baca Sex Sedarah Terbaru :

“Jangan berhenti”, bisik Hesti.

Dia kini menggerakkan kontolnya naik turun di gundukannya, merangsangnya. Cuma celana dalam putih kecil yang menghalanginya memasuki memeknya. Pri lebih melebarkan paha Hesti, dan kemudian mendorong celana dalam itu ke samping saat ia menempatkan ujung kontolnya pada pintu masuknya.

Pelan-pelan, di dorongnya masuk sedikit demi sedikit ketika Hesti kembali mengeluarkan sebuah rintihan lembut. Telah sekian lama ia menantikan sebuah persetubuhan yang panas, dan kini ia sedang dalam perjalanan memasuki menantu perempuannya yang cantik. ia menciumi lehernya saat menusukkan kontolnya keluar masuk.

Ia mulai meningkatkan kecepatannya, saat ia melepaskan branya. Pri mencengkeram kedua toket itu dan menghisap puting susunya seperti bayi. Perasaan ini tiba-tiba membawa Hesti kembali pada kenyataan saat ia membuka matanya. ia tak bisa percaya apa yang ia lihat.

Mertuanya sedang berada di atas tubuhnya, mendorong keluar masuk ke memeknya dengan gerakan yang mantap, dan yang paling buruk dari semua itu, ia membiarkannya terjadi begitu saja. Pri melihat matanya terbuka, maka ia memegang kaki Hesti dan meletakkannya di atas bahunya dengan jari kakinya yang menunjuk lurus ke atas. Kini ia menyetubuhinya untuk segala miliknya yang berharga.

“Oh tidak hentikan oh Tuhan kita nggak boleh tolong.. ooohhh”, Hesti berteriak. Toketnya terguncang seperti sebuah gempa bumi ketika Pri menyetubuhinya layakanya seekor binatang.

“Hentikan pi ini nggak benar oohh Tuhan”, Hesti berteriak dengan pasrah. Pri melambat, ia menunduk untuk mencium bibir Hesti. Lutut Hesti kini berada di sebelah kepalanya sendiri saat ia menemukan dirinya malah membalas ciuman Pri.

Sesuatu telah mengambil alihnya. Lidah mereka kini mengembara di dalam mulut masing-masing ketika mereka saling memeluk dengan erat. Pri menambah lagi kecepatannya dan keluar masuk lebih cepat dari sebelumnya, Hesti kian menekan punggungnya.

Pri berguling dan Hesti kini berada di atas, ‘menunggangi’ kontol Pri .

“Oh Tuhan, papi merobekku”, kata Hesti ketika ia meningkat gerakannya.

“Kamu sangat rapat, saya bertaruh Afit pasti kesulitan mengerjai kamu”, jawabnya.

“Ini adalah memek yang paling rapat yang pernah Pri kerjai” setelah ia mengambil keperawanan isterinya. ia meraih ke atas dan memegang toketnya, meremasnya bersamaan lalu menghisap puting susunya lagi.

“Tolong jangan keluar di dalam oohh papi nggak boleh keluar di dalam”. Hesti kini menghempaskan Pri jadi gila. Mereka terus seperti ini sampai Pri merasa ia akan orgasme. ia mulai menggosok beberapa cairan di lubang bokong Hesti.

Dia kemudian menyuruh Hesti untuk berdiri pada lututnya saat ia bergerak ke belakangnya, dengan kontolnya mengarah pada lubang bokongnya.

“Nggak, punya papi terlalu besar, saya belum pernah melakukan ini, Tolong pi jangan”, Hesti menghiba berusaha untuk lolos. Tapi itu tak cukup untuk Pri. Sambil memegangi pinggulnya, dengan satu dorongan besar ia melesakkan semuanya ke dalam bokong Hesti.

“Oohh Tuhan”, Hesti menjerit, ia mencengkeram ujung tempat tidur dengan kedua tangannya. Pri mencabut pelan-pelan dan kemudian mendorong lagi dengan cepat. Toketnya tergantung bebas, tergguncang ketika Pri mengayun dengan irama mantap.

“Oohh papi entotin yang keras”.

“Aku tahu kamu suka ini”, jawab Pri, ia mempercepat gerakannya. Hesti tak bisa percaya ia sedang menikmati sedang ‘dikerjai’ bokongnya oleh mertuanya.

“Lebih keras”, Hesti berteriak, Pri memegang toketnya dan mulai menyetubuhinya sekeras yang ia mampu. Ditariknya bahu Hesti ke atas mendekat dengannya dan menghisapi lehernya.

“Aku akan keluar”, teriak Pri.

“Tunggu saya “, jawabnya. Pri menggunakan salah satu tangannya untuk menggosok memeknya, dan kemudian ia memasukkan dua jari dan mulai mengerjai memeknya. Hesti menjerit dengan perasaan nikmat kini saat dalam waktu yang bersamaan telepon berbunyi.

Hesti menjatuhkan kepalanya ke bantal ketika Pri mengangkat telepon, dengan satu tangan masih menggosok memeknya.

“Halo…Afit…ya ia menyambutku dengan sangat baik. ya saya akan memanggilnya, tunggu”, katanya saat ia menutup gagang telpon supaya Afit tak bisa dengar suara jeritan orgasme istrinya.

Dia bisa merasakan jarinya dilumuri cairan Hesti. Dengan satu dorongan terakhir ia mulai menembakkan benihnya di dalam bokong Hesti. Semprotan demi semprotan menembak di dalam bokong rapat Hesti. Mereka berdua roboh ke tempat tidur, Pri di atas punggung Hesti. Kontolnya masih di dalam, satu tangan masih menggosok pelan memek Hesti yang terasa sakit, tangan yang lain meremas ringan toketnya.

Baca Juga Cerita Perselingkuhan :

“Halo Afit”, kata Hesti mengangkat telepon. “Tidak, kita belum banyak melakukan kegiatan jangan cemaskan kami, cuma tolong usahakan pulang cepat saya mencintaimu”. ia menutup dan menjatuhkan telepon itu.

Mereka berbaring di sana selama lima menitan, Pri masih di atas, nafas keduanya berangsur reda. Pri mencabut jarinya yang berlumuran sperma dan menaruhnya ke mulut Hesti. ia menghisapnya sampai kering, dan kemudian bangun.

“Aku pikir lebih baik papi keluar”, ia berkata dengan mata yang berkaca-kaca. ia berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi itu. Rambutnya berantakan. Pri bisa lihat cairannya yang pelan-pelan menetes turun di bokongnya, dan menurun ke pahanya. Cerita Mesum Menantu dengan Mertua, ngentot memek menantu.

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*