Cerita Sex Tergoda Aang 3 Juta | Sex Terbaru
Situs BandarQ agen bandarq online dominiqq BandarQ online

Cerita Sex Tergoda Aang 3 Juta

Cerita Sex Terhebat – Balad baru saja duduk santai di depan televisi ketika ia mendengar pintu depan rumah kontrakannya diketuk.

Siapa sih?”, keluhnya gusar, “ngganggu waktu istirahatku aja…”

Balad pegawai rendahan di satu kantor pemerintah daerah yang mengurusi pungutan kepada pengusaha yang jelas merupakan tempat kerja yang basah & kadang-kadang Balad pun kecipratan basahnya.

Cerita Dewasa Tergoda Aang 3 Juta

Cerita Nyepong Kontol, cerita mesum PSK, cerita hot oral sex, cerita dewasa mencicipi memek, wanita bayaran, cerita seks terbaru, cerita sex terlengkap

Sebelum tamu yang kini mengetuk pintunya, tadi Balad kedatangan seorang kurir dari satu perusahaan besar setempat, mengantarkan tas yang penuh berisi uang tunai. Perusahaan itu sedang bermasalah karena sudah bertahun-tahun menunggak setoran kepada negara, & kini berusaha membuat kasusnya dihilangkan dengan menyogok atasan Balad.

Tapi berhubung zaman kini transfer bank gampang dilacak aparat antikorupsi, para pengusaha & pejabat korup jadi lebih memilih menggunakan uang tunai. & tentunya para pelaku utama tak saling bertemu langsung. Mereka menggunakan kroco seperti si kurir tadi & Balad. Tentu agar tak ribut, para kroco itu diberi bagian uang sogokan.

Cerita Nyepong Kontol, cerita mesum PSK, cerita hot oral sex, cerita dewasa mencicipi memek, wanita bayaran, cerita seks terbaru, cerita sex terlengkap

Balad sudah biasa dengan peran sebagai perantara uang sogok. Karena ia masih hidup “sederhana” di kontrakan, tak ada yang mencurigainya terlibat korupsi. Balad sendiri memang tak bisa nyimpan uang banyak. Uang bagiannya tak pernah ditabung atau dibelikan barang; biasanya habis ia pakai judi atau jajan PSK di lokalisasi.

TOKKK… TOKKKK TOKKK, TOOKKKK…!!!!!”

Dengan malas Balad membuka pintu rumahnya, matanya melotot dengan nafas seakan tercekik, bulu kuduknya berdiri seperti duri landak melihat siapa yang datanng.

lay lay lay lay lay panggil akusi jablay,abang jarang pulang aq jarang di belay! Bla blab la blahhhhh” terdengar suara nyanyian dangdut yang membuat Balad tersentak ngeri.

E-ehhh, ada apa ini ? ada apa ??” sontak saja Balad gelagapan.

ihh, abang ganteng.., jangan pura-pura ngak tau gitu dong ah, duitnya dong bang..”

nihhh., gopekkkk…”

Gopekkk ?? ganteng-ganteng masa cuma ngasih gopek!! Yang bener aja bang.!!”

pake nawar lagi, udah ah , ni cecenggg…, ga bisa nambah…”

Goceng boleh nggak bang…?? Dikasih plus-plus loh….”

eeeuu-deuhhh…amit-amit, kaga-kaga….: @[email protected] !!!!!!!!!! Mampus dahhhh, pentil gua….ihhhh”

yiahhh abanggg dikasih yang enak-enak kaga mau ,yaw dahhh dada gantengggg…muachhhh” sembari cengar-cengir si bencong mencolek dada Balad tepat di bagian pentilnya kmudian barulah bencong itu ngeloyor pergi.

Mau tak mau Balad langsung merinding merasakan “sentuhan maut” si bencong. Dengan sekali tendang tertutuplah pintu itu menghempaskan kenangan “indah” dalam otak Balad dengan santai balad duduk di atas sebuah kursi sofa empuk yang baru saja dibelinya walaupun dibeli dengan uang panas kursi itu terasa empuk saat diduduki.

Sementara itu, di luar kontrakan, seorang perempuan muda menunggu pintu yang diketoknya terbuka dengan jantung berdegup penuh semangat. ia melihat sepeda motor tua & tali jemuran di luar pintu kontrakan itu. Memang tak kelihatan seperti tempat tinggal orang berada. Tapi menurut kontaknya, orang yang tinggal di rumah itu cukup mampu.

Kalau ia berhasil meyakinkan orang ini, berarti ada tambahan penghasilan! Balad membuka pintu & melongo melihat perempuan cantik di baliknya. Perempuan itu berumur kira-kira dua puluhan awal, bertubuh jangkung, rambutnya diwarnai pirang, & di bawah alisnya yang tebal tampak sepasang mata yang mengenakan lensa kontak berwarna biru.

Blazer coklat muda yang dikenakannya tampak ketat membungkus sepasang payudara cukup besar, yang belahannya mengintip di balik blus coklat tua berpotongan dada rendah. Sementara itu roknya hanya mencapai separo paha, dilanjutkan stoking membawa gelap yang membungkus sepasang kaki yang indah. ia juga menenteng satu tas besar.

Halo, selamat sore… Nama aku Lyka, salam kenal,” kata perempuan itu sambil menjabat tangan Balad,
Mas… Balad? aku dapat kontak Anda dari teman Anda Mas Prasetya. Boleh aku minta waktu Mas Balad sebentar?”

Lyka tersenyum manis, tanpa peduli yang dihadapinya seorang laki-laki bertampang berantakan & kusut.

Em… boleh aja. Sebentar aja kan?” Balad mempersilakan Lyka masuk. Yah, tak ada ruginya ngobrol sama cewek… lagian ia cakep juga…

Lyka bergerak cepat, ia memanfaatkan waktu & kesempatan yang ada. Begitu bisa duduk menghadapi Balad, Lyka langsung bicara. ia mulai dengan menanyakan impian Balad, apakah Balad ingin cepat kaya. Lalu ia mulai mengoceh mengenai cara agar impian-impian Balad cepat tercapai, terutama keberhasilan dalam keuangan.

Bahwa uang bisa dicapai dengan cepat lewat satu jenis bisnis, & bisnis itulah yang sedang dijalani Lyka. Bisnis multilevel marketing. Lyka menceritakan kisah sukses beberapa orang yang sudah menjalani bisnis model itu, yang sudah bisa beli mobil mewah, tamasya ke luar negeri, & semacamnya.

Dengan penuh semangat Lyka menjelaskan prospek bisnis itu berikut kelebihannya kepada Balad, berharap Balad akan tertarik. Balad mendengarkan semua itu dengan bosan.

Dasar MLM” gerutunya.

Awal-awalnya ngajak kenalan, memancing dengan sekadar bilang ‘ada tawaran bisnis’, ujung-ujungnya mengajak ikut supaya orang yang masuk duluan jadi lebih kaya. Pakai ngasih mimpi-mimpi surga segala.

Tapi Balad tak bisa tak memandangi sosok Lyka yang berpenampilan seksi. Sambil dongkol. Sialan… sengaja ngirim cewek seksi gini, biar aku ga mikir… Lihat tuh bajunya, ampe nempel ke badan gitu…

Bukannya menyimak omongan Lyka, Balad malah membayangkan yang aneh-aneh.

Ah… kayaknya asyik juga ngecrot di muka & badannya. Lama-lama jadi horny juga ngelihatin ia ngoceh.

Pengen deh cobain ngentot ama dia. Tapi yang model begini biasanya maunya sama yang kaya… yang punya banyak duit. Eh…aku kan lagi banyak duit sekarang?”

Kalau ikut sekarang, setoran awalnya bisa lebih kecil…” Lyka terus menjelaskan prospek bisnis MLM-nya tanpa berhenti.

Stop stop,” kata Balad. ia sudah tahu apa yang mau dilakukannya.

Balad meraih tas yang tadi dititipkan kurir perusahaan, mengambil segepok uang, lalu menaruhnya di depan Lyka. Lyka bengong, tak tahu apa maksudnya.

Eh… Mas Balad ini uang maksudnya buat apa?”

Cukup nggak sejuta?” tanya Balad. “Aku udah punya duit, jadi nggak perlu lagi ikut em-el-em kamu, Tensh*t atau apa itu namanya. Ini baru sebagian kecil dari yang kupunya. Kalau mau lagi aku masih punya banyak.” Lyka memperhatikan uang yang ditaruh di depannya.

Iya, tapi…”

Aku mau beli badan kamu buat hari ini. Segini cukup nggak?” ujar Balad sambil nyengir lebar.

Uuhh…” Wajah cantik Lyka berubah merah padam karena marah. Sedetik kemudian ia meledak.

SEMBARANGAN!! Emangnya aku bisa dibeli? Mentang-mentang kamu punya duit, terus kamu kira bisa beli segalanya? Jangan macam-macam ya!?” Jelas Lyka murka akibat ditawar oleh Balad.

Balad menghadapi Lyka yang naik pitam dengan santai. Tanggapannya bukan dengan membalas makian Lyka, melainkan dengan melempar lagi segepok uang ke hadapan Lyka.

Masih kurang ya?”

Hardikan Lyka berhenti, tapi wajahnya masih kelihatan marah. Balad kemudian berdiri dari tempat duduknya, mengambil uang yang ditaruhnya, lalu dengan tak sopannya ia sisipkan gepokan uang tadi di belahan dada Lyka yang sedari tadi membuatnya gemas. Lyka kaget & berusaha menahan tangan Balad.

Eh, Lyka… Kan kamu tadi yang bilang kita mesti punya duit biar bisa ngejar mimpi? Aku udah punya duit. Mimpiku sih nggak macem-macem,” komentar Balad. “Rasain aja. Enak gak rasanya duit? Kalau mau lagi, aku masih punya.”

Kamu tinggal ngelayanin aku aja, nanti semua ini bisa buat kamu,” kata Balad, sesudah mengambil segepok lagi & menggunakannya untuk menampar-nampar lembut pipi Lyka.

Lyka mulai terdiam, mulai tergoda… “Mendingan gini kan, daripada kamu sibuk ngajak-ngajakin orang ikutan bisnis ga jelas ini?”

Balad lalu meninggalkan Lyka. “Aku mau mandi dulu ya. Kamu pikirin aja dulu, mau apa nggak.”

Selagi Balad mandi, Lyka melongo memandangi tiga gepok uang di hadapannya. Tiga juta. Kalau ia kerja normal, mungkin itu setara dengan gaji sebulan… Tapi pekerjaannya sekarang, mencari orang untuk ikut MLM, benar-benar berat & menyebalkan, apalagi ia belum juga mulai mendapat penghasilan langsung dari bisnis yang ia jalani. Kebetulan ia tinggal sendirian, & uang tabungannya mulai menipis… Akhirnya Lyka memutuskan.

Balad keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk sebagai ganti celana. Dilihatnya Lyka masih duduk dengan wajah resah di ruang depan kontrakannya. Wajah Lyka memerah. Tiga gepok uang yang tadi dipakai Balad untuk membelinya tergeletak tak tersentuh di depan Lyka.

iya deh… mau…” bisik Lyka, nyaris tak terdengar.

Nah, gitu dong, pinter,” kata Balad sambil mendekat.

Berhubung sudah konak dari tadi, ia tak berlama-lama, & langsung melepas handuknya. Lyka memandanginya dengan kebingungan, sebentar lihat sebentar tunduk, dengan muka yang terasa panas saat melihat suguhan diselangkangan balad, sebuah batang mengacung tepat di hadapan wajah Lyka yang cantik merona.

Ya udah, mulai, jilatin tuh,” perintah Balad. “Pernah nyepong nggak?”

Lyka belum pernah melakukan oral seks sebelumnya, pengalamannya dalam seks tak banyak. Tapi sebagai perempuan muda yang sehat, hormon kelaminnya mulai bekerja membuat ia mulai tergoda. Dengan ragu-ragu, ia membungkuk & menjilat barang Balad yang sudah mengacung ke depan. Lyka mulai menjilati kemudian mengulum kontol Balad yang terus membesar.

Balad menyuruh Lyka menggunakan tangan untuk mengocok & memainkan lidahnya, & Lyka mengikuti semua itu. Lalu Balad mulai meraba payudara Lyka yang masih tertutup baju. Pijatan & rabaan itu membuat Lyka mulai terangsang, selangkangannya terasa basah. Lyka juga makin terangsang karena merasa bisa membangkitkan gairah Balad.

Dia mulai tak peduli bahwa dalam keadaan normal, ia tak bakal melirik Balad yang memang tak ada ganteng-gantengnya, ataupun kenyataan bahwa ia hanya melayani Balad karena uang. Ditambah lagi, posisi mereka berdua rawan, karena lingkungan rumah kontrakan Balad cukup ramah & mereka ada di depan, bagaimana kalau ada orang tiba-tiba datang? Balad mulai mendesah keenakan & menggerak-gerakkan pinggulnya selagi Lyka terus mengisap kemaluannya.

Tiba-tiba kontol Balad menyentak di dalam mulut Lyka & Lyka kaget merasakan semprotan cairan hangat di dalam mulutnya. Sebagian cairan mani Balad sampai meluber keluar mulut Lyka, menetes ke bajunya.

Mmmmhhh… enaaak…” desah Balad sambil menarik keluar kontolnya dari mulut Lyka.

Lyka terduduk dengan mani mengalir dari mulutnya.

Bagus… Ayo kini dipangku,” kata Balad.

Lyka masih berpakaian lengkap ketika ia menuruti perintah Balad. Balad kemudian menyuruhnya bergoyang, & Lyka menggoyang-goyangkan pantatnya menggoda kemaluan Balad. Lyka sudah bukan perawan, ia pernah berhubungan seks dengan seorang pacarnya sebelumnya, tapi pengalamannnya tak banyak.

Balad kembali menggerayangi payudara Lyka, menikmati kelembutan dada & pantat Lyka yang merapat ke tubuhnya. Balad lalu membuka blazer Lyka, lalu membuka rok Lyka. Lyka merasakan memeknya mulai basah selagi Balad meremas-remas payudaranya & menggesek-gesekkan kontol ke selangkangannya.

Eh, kumasukin ya?” Balad siap menyetubuhi Lyka yang dipangkunya, ia menempatkan kepala burungnya di depan kewanitaan Lyka.

Balad melepas celana dalam Lyka, menggosok-gosokkan kepala burungnya, membuka bibir kemaluan Lyka, lalu mulai mempenetrasi ke atas. Lyka masih sempit walaupun sudah bukan perawan, sehingga Balad mesti pelan-pelan, sampai akhirnya bisa memasukkan seluruh batangnya ke liang Lyka.

Lyka tak bisa menahan diri, ia mengerang keenakan ketika senjata Balad menembusnya. Balad mulai menggerakkan kemaluannya di dalam memek Lyka, keluar masuk, tusukan-tusukannya merangsang Lyka lebih lanjut.

Walaupun awalnya enggan, makin lama Lyka makin menikmati. Pinggul Lyka mulai bergerak mengimbangi gerakan Balad, mencoba mendapat lebih banyak kenikmatan. Ketika melihat ke bawah, Lyka melihat kontol Balad terbenam di dalam tubuhnya lalu keluar lagi, berulangkali.

Balad makin bersemangat menggenjot Lyka, suara kulit bertemu kulit memenuhi ruangan. Balad serasa ada di surga. Lyka tak hanya cantik, tapi memeknya juga masih rapat. Balad bisa merasakan gairahnya sendiri terus meningkat, menuju puncak.

Lyka juga merasakan hal yang sama, tusukan-tusukan Balad & cengkeraman tangan Balad di pantat & dadanya membuatnya kewalahan. ia menggeliat sambil mendesah-desah keenakan,

Oh… ohh… lagi…”

Balad mengubah posisi, ia mendorong Lyka sehingga merunduk ke depan & akhirnya tersungkur dalam posisi merangkak. Keduanya jadi berposisi doggy style, Balad menyetubuhi Lyka dari belakang.

Ahh… sebentar lagi nih… Udah mau keluar nihh…!!” seru Balad selagi ia menggenjot makin cepat. “

UUAHHH!”

Balad tiba-tiba mencabut kejantanannya, mendorong Lyka, lalu membalik tubuh Lyka. Rupanya Balad sengaja… Ketika Lyka sudah menggeletak telentang di lantai, Balad berhenti menahan ejakulasinya & memuncratkan maninya ke wajah perempuan itu.

Aaah…. Ah… hahahaha…”

Balad tertawa puas ketika ia melihat wajah Lyka yang tadinya bermake-up tebal telah ia bikin berantakan dengan semburan maninya. Lyka terengah-engah, masih juga tak percaya ia mau merelakan orang ini menyetubuhinya hanya karena uang.

Oke, ronde ketiga…” Balad sudah siap-siap menikmati tubuh Lyka lagi.

Lyka berusaha memprotes, “Ah… jangan duluh… istirahat dulu…” tapi protesnya hilang terhapus jeritan yang muncul ketika Balad mencubit pentilnya. “Jangaaaaannnn…” tolak Lyka ketika Balad menjilati leher & dadanya. Tapi badannya berkata lain, Lyka kembali terangsang. Pikirannya ikut-ikut berkata lain, tiga juta buat sekadar ngentot sama orang lumayan juga, lagian aku nikmatin juga kan?
Lyka

Lyka

Kalau boleh ngentot bo’olmu, kutambah lima ratus ribu,” bisik Balad.

Lyka cuma memelototi Balad dengan tak percaya. ia belum pernah melakukan seks anal sebelumnya.

Udah sejauh ini, kan? Sekalian aja…” kata Balad lagi.

Tanpa menunggu, Balad langsung memasang ereksinya di pintu terlarang Lyka.

Yok anal yook…tung ning nang ning nung!” canda Balad.

Eh tunggu! Aku belum bilang mauuAUAAHHH!!”

Lyka tak sempat menyelesaikan kata-katanya, ia keburu menjerit ketika anusnya diterobos paksa Balad. “

SAKITTT!! AHHH!!” Lyka sampai memejamkan mata & meringis akibat saluran belakangnya terasa pedih didesak terbuka oleh Balad, mendengar jeritan Lyka Balad malah semakin bernafsu mendesakkan batangnya , kontan saja mata Lyka melotot saat batang itu menjebol liang Anusnya.

Huuhhh… uhhhhuhhh…”

Lyka merasa seperti mau menangis ketika menahan sakit disodomi Balad. Balad malah protes.

Eh kan aku bayar, jangan kayak kesakitan gitu dong! Kalo nggak menikmati, kamu pura-pura keenakan aja, napa?”

Tapi Lyka benar-benar kesakitan, & wajahnya menunjukkan rasa benci.

Eh… apa nih maksudnya?” tanya Balad. “Bayarnya masih kurang? Bilang aja. Aku mesti bayar berapa biar kamu jadi suka dianal?”

Lyka terdiam sejenak, menahan sakit, berpikir, dan…

Tiga juta lagi,” katanya mantap.

Bungkusss,” ujar Balad sambil tersenyum lebar.

Dan seketika ekspresi Lyka berubah. Demi tambahan itu ia bersedia pura-pura doyan disodomi. Lyka mulai mendesah-desah seksi & memain-mainkan payudaranya sendiri.

Ahh… anh… enak…” desahnya.

Balad mengayunkan batangnya menikmati liang dubur Lyka yang menggigit kuat benda di selangkangannya, seret & peretnya liang anus Lyka membuat Balad menggeram-geram nikmat sementara Lyka meneruskan reaksi pura-pura sukanya, padahal sebenarnya pantatnya terasa nyeri.

Enak… dibo’ol enak… Ayo lagi Mas… sodok pantat Lyka…”

Dan makin lama reaksi Lyka makin hebat, sampai Balad mulai tak percaya bahwa Lyka pura-pura.

AHH! Gede… banget… kontol Mas… ada di… pantatKU…HH!! AH! AW! TERUS MAS! TERUS! DIKIT LAGI… IAH… AH! AAAHHHH!!!”, Balad memacu batangnya dengan semakin kuat

Tak tahunya, Lyka malah orgasme betulan selagi disodomi Balad!

udah massss,”

waduhhhh, jangan ngeluh melulu dongg, aku kan udah bayar mahal, kalo gini caranya sihhh, bisa rugi Bandar…., berdiri….”

berdiri ?? kemana massss….”

yaaa mau ngentot lagi, masa mau jalan-jalan…, udahhh nurut ajaaa..”

b-bentar mass bentarrrr…”

Dengan tak sabaran balad menarik pergelangan tangan Lyka didudukkannya gadis itu di atas sebuah meja kecil sambil menyuruh Lyka membuka kedua kakinya lebar lebar. Mata Balad melotot sambil mengejar selangkangan Lyka yang becek oleh lender-lendir licin beraroma harum, berkali-kali lidah Balad mengait-ngait daging mungil yang terselip di belahan bibir memek bagian atas.

Dengan spontan kedua kaki Lyka yang jenjang melejang nikmat saat mulut Balad melumat selangkangannya, setelah puas melahap memek Lyka, Balad duduk di atas kursi & meminta Lyka untuk duduk di atas batangnya.

Ayo sinii…”

tapi mass, aku capek sekalii”

ahh capek apanya ?? kamu kan cuma ngangkang, sini ngak, kalo nggak mau berarti batall…lhoo” Balad mengancam Lyka

yeee, Mas Balad, masa begitu sich…, yawdah, mas Balad maunya apa, aku turuti….”

nahhh gitu dong baru sipppp… he he he”

Dengan hati dongkol Lyka menghampiri Balad, agak risih juga rasanya ketika harus menurunkan memeknya pada batang Balad yang masih tegak perkasa,

Lyka kini berpegangan pada bahu Balad, dengan perlahan ia menurunkan memeknya. Semakin turun memek gadis itu semakin turun pula buah empuk di dada Lyka mendekati mulut Balad.

Oufffhhh…hssshhh Mas Baladtt”

Reflek Lyka menarik dadanya kebelakang saat merasakan kepala Balad terbenam di belahan payudaranya, nafas laki-laki yang baru dikenalnya itu menghembus keras & terasa hangat. Gairah nakal membuat Lyka makin merinding, tangan kirinya menjambak rambut Balad sementara wajahnya yang cantik terangkat ke atas merasakan hisapan mulut lelaki itu yang tengah menikmati puncak payudaranya, pangutan-pangutan kasar & jilatan lidah membuat gundukan buah dada Lyka membuntal semakin indah.

Sesekali Lyka meringis merasakan gigitan gemas Balad pada buntalan payudaranya kemudian mendesah panjang merasakan nikmat saat mulut balad mengulum putting susunya yang meruncing. Laki-laki itu begitu rakus menyusu di dadanya. Tangan Balad mencekal pinggang & menarik pinggang Lyka ke bawah hingga memek Lyka bertemu dengan kepala kemaluannya.

Nafas keduanya terdengar berat saat berusaha menyatukan alat kelamin mereka, belahan bibir memek Lyka yang peret masih terasa sulit untuk ditembus oleh batang Balad.

Massss…!!”

OUGGHH…..oenakkkkkk…”

Keduanya saling berpelukan erat saat kepala kemaluan Balad mendesak masuk ke dalam belahan bibir memek Lyka. Inci demi inci batang Balad tenggelam semakin dalam hingga akhirnya selangkangan Lyka bergesekan dengan rimbunnya rambut kemaluan Balad.

Entah kemaluan siapa yang berkedutan, batang Baladkah yang berkedut ataukah dinding memek Lyka yang seret berkontraksi meremas – remas benda asing yang mengganjal di dalamnya.

slleeepppp.. slepppp… blllsssshhh…” terdengar suara becek yang menggoda saat liang memek Lyka bergerak turun naik mengocok-ngocok batang kontol Balad yang terjepit di antara belahan bibir memeknya.

Gerakan keduanya semakin lancar, Lyka terlihat menikmati menaik turunkan memeknya pada batang Balad sementara Balad menikmati menyentak-nyentakkan batang kemaluannya ke atas menyambut turunnya memek Lyka.

ahhh.. ahhh hhhhnnnnn ahhhh”

butir-butir keringat Lyka membalut basah tubuh moleknya yang sedang bergerak turun naik di atas tubuh Balad. Harumnya tubuh gadis itu berbaur dengan aroma cairan memek yang meleleh keluar

plakk. Plakkk auhhh hssshh ahhh plakkkk” terdengar suara lenguhan & rintihan saat Balad menampar buah pantat Lyka agar gadis itu bekerja dengan lebih giat lagi.

Suara tamparan terdengar dengan lebih keras pada buah pantat Lyka yang memar kemerahan & Lyka semakin cepat menaik turunkan pinggulnya, tubuh Lyka seperti sedang tersengat listrik hingga mengejang , bibirnya merintih merasakan memeknya berdenyut dengan nikmat, Balad memeluk tubuh Lyka yang kelelahan sementara mulutnya terus bekerja menciumi bibir Lyka yang sedang merintih hebat di dalam amukan badai kenikmatan.

crutttt.. cruttttt…. Ennnhhhhh…”

Lyka membiarkan Balad menjilati batang lehernya juga membiarkan tangan Balad menggerayangi lekuk liku tubuhnya. Kecantikan Lyka & tubuh moleknya yang indah membuat nafsu syahwat Balad bergolak berkali kali lipat & batangnya tetap jreng berendam dalam nikmatnya kepitan memek Lyka yang sempit peret.

Kali Ini Lyka menungging di atas kursi sofa & Balad menaiki buah pantatnya, batang yang masih keras itu ditempelkan oleh pemiliknya pada kerutan liang anus Lyka. Rasa lelah membuat Lyka sulit untuk berpura-pura.

OWWWWWW…. Akhhhhhh”

Lyka merasakan sakit sesakit sakitnya saat batang Balad merobek liang anusnya yang terluka. Di atas kursi sofa yang dibeli dengan uang panas itulah tubuh Lyka tersungkur-sungkur. Tangan Balad mencengkram pinggul Lyka kuat-kuat, gerakan batang kontolnya semakin cepat terayun menyodoki liang anus Lyka yang mengerang kesakitan.

PLOKK PLOKK PLOKKKK…”

OUHHH, Hssshhh ahhhh M-masss Awwwwww….”

Keluh kesah Lyka terdengar di antara suara benturan buah pantatnya dengan selangkangan Balad, mirip seperti suara orang sedang merengek. Suara rengekan Lyka membuat balad semakin bernafsu menghentak-hentakkan batang kontolnya, suara pekik Lyka membuat balad kesetanan menjejal-jejalkan batangnya menikmati anus Lyka yang menggigit kuat benda di selangkangannya.

Hnnngehhhhh, M-massss, di depan aja mass…”

Lyka menarik pinggulnya hingga batang kemaluan Balad terlepas dari jepitan liang anusnya. Mata Balad mendelik melihat susu Lyka & melotot tambah besar melihat belahan memek Lyka yang dihiasi rambut-rambut tipis yang tumbuh merintis. Sebelah kaki Lyka tertekuk mengangkang & yang satunya lagi jatuh terjuntai di pinggiran sofa

Dengan jantung yang berdetak kencang Lyka menunggu batang itu melesat & Jrebbbb..

Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…. Nikmattttt….”

Tusukan – tusukan balad yang prima dipadu dengan goyangan memek Lyka membuat gerakan itu tampak serasi, putih & cantiknya wajah Lyka terlihat kontras dengan wajah balad yang semrawut & acak-acakan. Tubuh Lyka terguncang oleh desakan batang balad yang menggenjot kuat belahan memeknya.

Hhhh Hhhhh Hhhhh Hhhhhh…” nafas Lyka terhembus keras setiap kali batang Balad menyodok kasar selangkangannya yang mengangkang

Tangan Lyka memengangi perutnya yang rata karena mulai merasa kram, ia seperti sedang menahan sesuatu, & sesuatu itu semakin sulit untuk dikendalikan ataupun untuk ditahan. Akhirnya sebuah letupan lendir kenikmatan membuat tubuh Lyka melenting nikmat, gerakan tubuhnya yang indah membuat balad kagum sekaligus bergairah.

Balad merasakan batang kemaluannya semakin menegang & akhirnya Crotttttt…, menyemburlah lahar panas menyirami liang memek Lyka. Tubuh Balad melengkung keenakan & ambruk menindih tubuh Lyka yang termegap kehabisan nafas, terlhat mulut Balad melumat bibir Lyka yang memejamkan kedua matanya sambil membalas lumatan bibir Balad, lama keduanya tertidur.

aaa-ahhhh Mas Balad…hoammmm”

Lyka yang masih mengantuk tampak pasrah saat Balad menyeretnya ke bawah. Ia terlentang di bawah lantai kontrakan Balad, kedua kakinya dicekal mengangkang ke atas oleh tangan laki-laki itu. Matanya mengerjap-ngerjap saat merasakan belahan memeknya didesak oleh suatu benda tumpul yang hangat.

Pleppp Pleppp Plepppp…”

Dengan santai Batang Balad menusuk-nusuk liang memek Lyka, buah dada Lyka terguncang mengikuti ritme tusukan batang Balad. Lyka merasakan tubuhnya kembali menghangat, & peluh kembali meleleh disekujur tubuhnya seiring dengan semakin kuat tubuhnya yang molek terguncang.

Dengusan nafas keras terdengar mengisi kembali ruangan itu, dengan keliaran nafsu birahi balad melahap tubuh Lyka yang mulus, digenjotnya liang memek gadis itu yang kewalahan menghadapi kebuasannya sebagai seorang lelaki yang tengah mencari kenikmatan.

ahhh ahhh massss suyyahhhh crettt crettttt…,aduh-duh mass ahhh”

Rasa ngilu mulai terasa, gesekan batang kemaluan Balad yang terlalu kuat menggenjot membuat Lyka merintih keras. Ia meringis dengan mata mendelik seolah tak percaya seberapa cepatnya batang kemaluan Balad mengobrak-abrik kehormatannya, matanya yang indah mendelik-delik & tubuhnya yang molek menggeliat kesana kemari karena tak tahan merasakan rasa nikmat disodok oleh batang laki-laki itu hingga akhirnya keduanya kembali mengejan nikmat, entah menuju sorga atau neraka.

Lyka yang cantik menyerahkan tubuhnya yang molek di bawah gepokan uang dengan 5 angka nol, kehormatannya tunduk di bawah lembaran uang seratus ribuan, uang?? yah uang bagaikan pisau dengan dua sisi yang tajam,di satu sisi uang bisa untuk menolong manusia namun di sisi lain uang juga dapat menjerumuskan manusia, semuanya tergantung pada bagaimana cara kita menggunakannya.

Sesudahnya, Balad melempar uang tunai senilai 6 juta kepada Lyka yang tergeletak di lantai kontrakannya, dengan telanjang, wajah & kemaluan & dubur berleleran sperma.

Hehehe,” Balad tertawa, “Enak juga bisa ngebeli kamu hari ini. Tuh lihat, mendingan kerja begini kan? Daripada kamu capek-capek ngebujuk orang ikut bisnis apaan itu. Kalo jual diri, duitnya langsung.”

Lyka tak menjawab, hanya terengah-engah kelelahan. “Kalau mau lagi,” kata Balad, “datang lagi aja kapan-kapan.”

kapan…??” bisik Lyka sambil tersenyum malu.

besok…” Jawab balad sambil mencuil hidung Lyka.

Sesudah hari itu, Lyka beberapa kali lagi bertemu Balad, hubungan mereka berdua tambah akrab hingga akhirnya mereka berpacaran & kemudian menikah. Sementara itu karier Balad tetap aman & ia terus melakukan pekerjaan kotornya sebagai perantara sogokan dari pengusaha kepada pejabat-pejabat atasannya.

Tapi sayang sepak terjang Balad sebagai koruptor kelas teri segera berakhir ketika beberapa tahun kemudian Balad tertangkap basah ketika namanya disebut-sebut sebagai bagian dari mafia pajak oleh Siswo Duadi, seorang polisi korup yang ‘bernyanyi’ ketika sedang disidik.

Balad yang saat itu sudah membeli rumah mewah untuk ditinggali bersama istrinya, Lyka, langsung disorot media karena seharusnya pegawai setingkat Balad tak mampu membeli rumah berharga miliaran. Lyka pun ikut terseret-seret akibat sejumlah uang haram suaminya pun mampir di rekeningnya & ia pun menikmati uang itu.

Selama beberapa bulan Balad ditahan & kasusnya simpang siur sampai media mulai melupakannya (ya seperti biasalah kasus di negeri ini mudah dilupakan begitu saja) hingga akhirnya kembali menghebohkan ketika ditemukan seseorang yang mirip dirinya sedang menonton kontes waria internasional di sebuah night club gay di Bali.

Seorang wartawan yang kebetulan meliput berhasil menangkap gambar orang yang diduga Balad itu dengan kameranya. Yang lebih heboh lagi, wartawan itu, dengan gaya seperti paparazi tulen, berhasil menangkap gambar Balad sedang berjalan ke sebuah hotel sambil merangkul seorang waria yang adalah salah satu kontestan lomba itu. Nama Balad kembali bergaung di pelosok negeri ini, para pakar pun cuap-cuap membandingkan foto yang terpampang di media dengan dirinya yang hanya beda model rambut & kacamata saja (aneh katanya pakar, tapi bedain gitu saja sulit ya?).

Setelah semua aparat & pejabat heboh, Balad pun akhirnya mengaku sambil tersenyum mesem malu-malu anjing di pengadilan bahwa ia memang membayar para penjaga untuk dilepaskan sementara & jalan-jalan ke Bali. Ia juga mengaku selain ke kontes waria itu, dirinya juga bertemu dengan seorang pengusaha sekaligus politisi busuk bernama Bakir untuk membicarakan perihal penyimpangan pajak yang pernah dilakukannya.

Dari kejadian ini bukan saja instansi pajak yang tercoreng tapi juga menyingkap moral polisi yang rendah. Jadi silakan jawab sendiri, di negeri ini benarkah uang bisa beli segalanya? Selesai Cerita Mesum Terbaru.

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*