Cara Menikmati Tubuh Montok Mbok Sri | Sex Terbaru
Situs BandarQ

Cara Menikmati Tubuh Montok Mbok Sri

<center>

Cerita Sex Pembantu Rumah Tangga – Setelah lulus SMA saya di suruh bapak untuk meneruskan study di kota pelajar, soalnya di sana ada saudara dari ayahku, yaitu budhe yang hidupnya menjanda sejak di tinggal pergi suaminya karena sakit jantung, namanya Budhe Endar sudah hampir 5 tahun dia menjanda, dulu pakdheku orang famous di kota pelajar ini.

Maka dari itu saya di suruh menemani di rumah budhe soalnya anak anaknya juga berada di luar kota, kadang seminggu sekali dia pada pulang, di rumah budhe selain ada saya ada salah satu assisten rumah tangga namanya Mbok Sri.

Cerita Dewasa Pembantu Super Hot dan Memuaskan

cerita sex pembantu 2018, cerita seks assisten rumah tangga, cerita mesum terlengkap 2018, cerita panas pembantu hot, pembantu binal, pembantu sange, pembantu montok, cerita dewasa hot pembantu

Budhe Endar walaupun usianya telah tak muda lagi, bodynya masih oke banget. Kulitnya masih kencang & mulus. Seminggu sekali bermain tenis dengan ibu-ibu di komplek. Budhe juga rajin ikut senam, sehingga tubuhnya masih terlihat segar.

Walupun sedikit berisi tapi kupikir malah menambah ****** Toketnya yang seringkali diam-diam kuperhatikan dengan seksama. Kupikir ukurannya 36B, apalagi kalau setiap kali kulihat ketika pakai baju senam atau baju tenis. Toketnya terlihat montok.

Memang secara diam-diam saya mengagumi Budhe Endar, bagaimana tidak, wajahnya cantik & kulitnya putih. Kuperhatikan juga Bapak-bapak di komplek sering memperhatikan Budhe secara diam-diam. Tapi sebab dulunya Pakdhe adalah seorang pejabat, maka tak ada yang berani bertindak lebih jauh lagi.

Sabtu pagi, kulihat Budhe sedang bersiap-siap akan berangkat senam. Ketika itu ia menggunakan kaos ketat & celana ketat ¾. Mau tak mau ‘adik’ku langsug bereaksi melihat kesintalan tubuh Budhe.

cerita sex pembantu 2018, cerita seks assisten rumah tangga, cerita mesum terlengkap 2018, cerita panas pembantu hot, pembantu binal, pembantu sange, pembantu montok, cerita dewasa hot pembantu

An, hari ini ada kuliah nggak?” tanya Budhe sambil memakai sepatunya.

Nggak ada Budhe. Emang kenapa Budhe?” tanyaku.

Saya duduk disamping Budhe yang masih sibuk membereskan sepatunya.

Kalo gitu, entar jagain rumah ya. Budhe abis senam mau langsung ke rumah Bu Dewi. Mau ada rapat. Pulangnya entar sore.”

Iya Budhe, Mbok Sri datangkan hari ini?” tanyaku.

Iya, tuh lagi Budhe suruh belanja ke warung. Udah ya Budhe berangkat dulu, takut telat,” kata Budhe sambil berjalan keluar menuju mobilnya.

Hati-hati Budhe,” kataku mengaentar Budhe kedepan.

Mobil Budhe perlahan-lahan bergerak meninggalkan rumah. Pada ketika itu juga Mbok Sri masuk ke rumah.

Mbok Sri usianya 42 tahun, telah punya anak dua, yang paling besar kelas 2 SMA & yang kecil masih SMP. Suami Mbok Sri jadi TKI di luar negeri, tapi telah lima tahun tak ada kabarnya & tak pernah mengirimi nafkah lagi.

Makanya Mbok Sri kerja di tempat Budhe untuk menghidupi kedua anaknya. Mbok Sri orangnya hitam manis & cukup tinggi walaupun sedikit kurus. Biasanya ia datang cuma memakai kaos & rok dibawah lutut sedikit.

Rambutnya dipotong sebahu & selalu dikuncir. Diam-diam saya juga sering memperhatikan Mbok Sri. Apalagi ketika ia mengepel lantai, pantatnya walaupun tak semontok punya Budhe, tetap menarik untukku.

Masak apa Mbok hari ini?” tanyaku ketika telah di ruang makan mau sarapan.

Sayur asem Mas, tapi kalau mau sarapan telah Mbok buatin nasi goreng,” katanya.

Iya Mbok. Makasih,” kataku.

Selesai sarapan, kulihat Mbok Sri sedang memasak di dapur. Sebab nggak ada yang bisa kukerjakan, saya duduk di ruang tengah membaca koran sambil menyalakan TV. Hari ini badanku terasa lelah sekali sebab semalam saya main futsal sama teman-teman kampus.

Wah, kalau dipijit enak nih,’ pikirku.

Tak berapa lama Mbok Sri lewat sambil membawa pakaian kering yang mau disetrika. Sepertinya telah selesai memasaknya.

Mbok,” kupanggil Mbok Sri.

Iya Mas,” sahut Mbok Sri.

E… Mbok bisa mijit nggak?” kataku sambil membayangkan yang tidak-tidak.

Gila! Pagi-pagi gini udah ngeres nih otak,’ pikirku.

Ya bisa Mas, kan biasanya juga mijitin Ibu kalau abis Tenis. Emang mau dipijitin ya Mas? Tapi entar abis Mbok setrika ya Mas,” kata Mbok Sri.

Ya udah kalo gitu Mbok, entar kalo udah selesai kutunggu di sini aja,” kataku.

Sambil nunggu Mbok Sri selesai setrika, saya tidur-tiduran di karpet didepan TV. Tak sabar rasanya sebab sebeentar lagi untuk pertama kalinya saya bisa sangat dekat dengan Mbok Sri, merasakan pijitannya.

Membayangkannya saja telah membuat otakku langsung berpikir kotor, alhasil ‘adik’ku bereaksi. Cukup lama kemudian baru Mbok Sri muncul dari belakang.

Jadi Mas, dipijitin?” tanyanya.

Iya Mbok, badanku rasanya pegal-pegal semua,” kataku.

Padahal bukan cuman tubuhku yang pengin dipijitin Mbok Sri, ‘adik’kecil’ku juga pengin merasakan pijitan Mbok Sri.

Sebentar ya Mas, Mbok ambil hand body dulu,” kata Mbok Sri.

Tak lama kemudian Mbok Sri datang dengan membawa hand body.

Kaosnya dilepas saja Mas Aan,” kata Mbok Sri sambil duduk di sampingku.
Aku bangkit dari tidur & kulepas kaosku.

Emang Budhe kalo dipijitin juga pakai hand body ya Mbok?” tanyaku dengan tampang polos.
Otakku membayangkan tubuh Budhe yang putih mulus lagi dipijit sama Mbok Sri.

Coba saya jadi Mbok Sri yang mijitin Budhe. He… he…’ pikirku sambil tersenyum – senyum sendiri.
Mbok Sri melihatku tersenyum sendiri juga ikut tersenyum. Dipikirnya saya pasti membayangkan yang tidak-tidak.

Hi… hii… ya iya dong Mas. Kenapa hayo? Pasti ngeres pikirannya,” kata Mbok Sri masih dengan senyumnya.

He… he… dikit Mbok, kan saya belum pernah lihat tubuh wanita. Makanya bisanya cuman mbayangin aja Mbok. Kalo mbayangin aja nggak papa kan Mbok?” kataku tersenyum nakal.

Ya nggak papa Mas, tapi jangan sampai keterusan lho. Hi… hi… Udah, jadi mau dipijit nggak?”

Jadi dong Mbok,” kataku sambil tengkurap diatas karpet.

Mbok Sri mengoleskan hand body ke tangannya & mulai memijitku. Pertama pundakku yang dipijitnya kemudian berpindah ke punggung. Sepertinya Mbok Sri cukup ahli dalam memijit. Tubuhku terasa rilaks. Posisi duduk Mbok Sri yang sangat dekat denganku membuat tangan kananku menepel dengan pahanya.

Semula punggung tanganku yang menempel pahanya, lalu kubalik tanganku jadi sekarang telapak tanganku yang menempel ke pahanya. Kudiamkan tanganku seperti itu menunggu reaksi dari Mbok Sri.

Sepertinya ia nggak keberatan dengan posisi tanganku. Kemudian dengan gerakan yang kubuat seolah-olah tak sengaja, ku geser telapak tanganku keatas pacuma & kudiamkan seperti itu. Mbok Sri sepertinya kaget juga sebab pijitannya sempat berhenti beberapa saat. Tapi kemudian melanjutkan memijit punggungku.

Siip, langkah pertama sukses,’ pikirku.

Ee… gimana kabarnya anak-anak Mbok?” tanyaku mencoba mengalihkan perhatian Mbok Sri.

Baik Mas, anak – anak sebeentar lagi mau ujian kenaikan kelas,” katanya.

Tanganku tak tinggal diam. saya mulai mengelus-elus paha Mbok Sri yang tertutup roknya.

Ya syukurlah Mbok. Kapan-kapan Wati diajak kesini saja, entar kuajarin komputer,” kataku sambil pelan-pelan mengelus-elus paha Mbok Sri.

Eee…. Ii.. ya.. Mas,” suara Mbok Sri sedikit bergetar.

Kemudian kami terdiam. Tanganku belum berhenti beraksi. & sepertinya Mbok Sri juga menikmati aksi tanganku itu. Kudengar nafasnya sedikit bertambah kencang. Setelah cukup lama, kuberanikan untuk pelan-pelan mengangkat roknya, sehingga tanganku menyentuh pacuma tanpa halangan apapun.

Kulakukan itu dengan hati-hati biar Mbok Sri tak curiga. Kudiamkan tanganku dulu, kemudian pelan-pelan kuelus-elus paha Mbok Sri. Nafas Mbok Sri kudengar bertambah berat, tapi ia tak melakukan apa-apa untuk mencegah aksi tanganku. Sepertinya ia juga menikmatinya, mungkin sebab telah lama ia tak dibelai oleh laki-laki.

Belum ada kabar dari suaminya Mbok?” tanyaku.

Be.. belum Mas. Mbok telah melupakan ia kok Mas,” katanya sedikit berat.

Aku jadi tak enak sebab menanyakan suaminya.

Ma.. maaf Mbok, saya nggak maksud menyinggung Mbok Sri,” kataku.

Nggak papa Mas, lagian anak-anak juga telah tak menanyakan bapaknya lagi, telah terbiasa kali,” kata Mbok Sri.

Tapi kasihan anak-anak juga lho Mbok. Kok Nggak nyari bapak baru aja Mbok, buat anak-anak,” kataku iseng.

Ih.. ya nggak bisa dong Mas, kan kami belum resmi cerai. Lagian Mbok udah tua, nggak mikirin itu-itu lagi,” kata Mbok Sri.

Selama kami mengobrol seperi itu, kurasakan tangan Mbok Sri masih memijit bagian atas punggungku terus, tak berpindah-pindah. Mungkin konsentrasinya terganggu sebab tanganku juga lama-lama mengelus-elus pacuma makin naik keatas. Sampai tak terasa, kurasakan jariku menyentuh pinggir CD Mbok Sri. Kurasakan ada sedikit rambut halus yang keluar dari pinggir CDnya.

Itu – itu apaan sih Mbok?” tanyaku memancing Mbok Sri.

Hi… hi… Mas tuh kayak nggak tahu aja,” kata Mbok Sri sambil tertawa kecil.

Sepertinya Mbok Sri tak ada masalah ketika kuajak ngobrol yang agak nyrempet-nyrempet. Karenanya saya makin tambah berani memancing Mbok Sri.

Bener Mbok, saya nggak tahu. He… he….” Kataku sambil tanganku tak berhenti beraksi meraba & mengelus paha Mbok Sri.

Alah, katanya nggak tahu kok malah cengengesan gitu. He… he…” kata Mbok Sri.

He… he… apa nggak pengin setiap malam ditemenin lagi Mbok?” tanyaku makin berani.

Kan setiap malam Mbok udah ditemenin anak-anak Mas,” katanya.

Kan beda dong Mbok,” kataku.

Ah… udah nggak mikirin lagi Mas. Badannya telah enak belum Mas?” kata Mbok Sri mengalihkan pembicaraan.

Beentar lagi Mbok, dipijit Mbok rasanya enak banget,” kataku.
Aku tak mau ini berhenti begitu cepat. saya masih ingin melanjutkan permainan ini. Kemudian dengan hati-hati kupindahkan elusan tanganku ke bagian dalam pahanya. Tangan Mbok Sri yang sedang memijitku terdiam sesaat.

Nafasnya bertambah menderu. Tapi Mbok Sri cuma diam tak menepis tanganku. Bagaikan mendapat lampu hijau, kuberanikan mengelus-elus paha Mbok Sri dekat dengan bagian tengah selangkangannya.

Eegggh…” Mbok Sri merintih pelan.

Kulirik matanya terpejam & tekanan tangannya yang memijitku telah berkurang sekali. Kunaikkan tanganku sampai kurasakan jariku menyentuh CD Mbok Sri, kali ini tepat di bagian yang menutupi mekinya.

Eegghhhh…” Mbok Sri merintih lagi & tubuhnya sedikit bergetar.

Sepertinya Mbok Sri tambah terangsang dengan permainan tanganku. Kuelus-elus CD Mbok Sri lebih sering & kutekan-tekan sedikit dengan jempolku. CD Mbok Sri sekarang menjadi basah sebab makin terangsang.

Tanganya yang semula memijitku sekarang cuma mengelus-elus punggungku & matanya masih terpejam. Nafas Mbok Sri terdengar semakin berat & tak karuan. Kemudian kuputuskan untuk mengambil langkah lebih jauh lagi.

Ee.. Mbok, ganti pahaku yang dipijitin ya?” kataku.

Eee. Iii… ya… Mas,” Kata Mbok Sri dengan suara bergetar.

Tanpa menunggu lama kubalikkan tubuhku, & masih dengan posisi telentang kupelorotkan celana pendekku hingga kini saya tinngal pakai CD yang terlihat menggembung sebab ‘adik’ku telah tegang banget didalamnya. Mbok Sri terlihat kaget tapi cuma diam saja. Kemudian tangannya mulai memijit paha kiriku. Kali ini ia lupa mengoleskan hand body terlebih dahulu, mungkin pikirannya telah melayang kemana-mana.

Tanganku kuletakkan kembali ia atas paha Mbok Sri. Tanpa menunggu ijin, langsung kuselusupkan tanganku dibawah roknya. Mbok Sri cuma terdiam & melanjutkan memijit pahaku. Kulihat matanya telah terpejam.

Kusingkapkan roknya keatas, kulihat dua paha Mbok Sri yang menggairahkan & CD hitam yang membungkus mekinya. Walaupun sedikit hitam (sawo matang) & tak semontok punya Budhe, tetap saja pemandangan di depan mataku ini membuat saya makin terangsang. ‘Adik kecil’ku bertambah tegang & kini kepala kontolku mulai terlihat menSribul ke atas CD-ku.

Eegghhh… Uggghh…” Mbok Sri merintih sebab jariku terus mengelus mekinya dari luar CD-nya.
Kutekan-tekan CD-nya dengan jempolku sampai masuk kedalam mekinya. CD Mbok Sri bertambah basah. Sebab kupikir Mbok Sri telah mulai terangsang, saya berhenti mengelus-elus mekinya, kupindahkan tanganku menyelusup ke balik kaosnya & kuremas-remas toket Mbok Sri yang masih terbungkus BH.

Mbok Sri makin merapatkan duduknya kearahku. Kusingkapkan BH-nya keatas & kupilin-pilin putingnya. Tangan kiriku memegang tangan Mbok Sri yang sedang mijit pahaku & kutuntun kearah kontolku. Kuletakkan tangan Mbok Sri diatas kontolku. & tanpa disuruh ia mulai mengelus & meremas kontolku yang masih tebungkus CD.

Eggghhh… egghhhh….” Erangku sebab merasakan kenikmatan kontolku di remas-remas Mbok Sri.

Eggghhhh… ehhhh….” Mbok Sri juga merintih pelan.

Tangan Mbok Sri tak berhenti meremas-remas kontolku. Akhirnya saya bangkit dari tidurku & langsung kucium Mbok Sri yang masih terpejam matanya.

Mmmmmffff……” erang MboK Sri membalas ciumanku.

Matanya masih terpejam. Tanganku berpindah ke toketnya yang lain. Kupilin-pilin juga putingnya. Mbok Sri kelihatan semakin terbakar nafsunya, sebab tangannya sekarang mulai menelusup ke balik CD-ku & mengcok kontolku. Rasanya nikmat sekali ketika kontolku dikocok Mbok Sri seperti itu.
Ciuman kami tak berhenti, kumasukkan lidahku ke dalam mulutnya & kumainkan lidahnya dengan lidahku.

MMmmmfff… kaosnya dilepas aja ya Mbok?” kataku sambil melepas ciumanku.

Eee… Iya Mas,” katanya dengan nafas yang semakin memburu.
Kulepas kaos Mbok Sri & kulepas kaitan BH hitamnya. Terlihatlah olehku bukit kembar Mbok Sri. Masih lumayan kencang, walaupun ukurannya tak begitu besar. Putingnya menjulang bagaikan ujung pensil, & dikelilingi oleh lingkaran hitam yang cukup besar. Lalu kurebahkan Mbok Sri diatas karpet & langsung kuserbu mulutnya.

Mmmm…. Mmmm….” Rintih Mbok Sri & matanya kembali terpejam.

Kumasukkan kembali lidahku kedalam mulutnya. Tanganku bergerak ke bawah tubuhnya. Kuraba Mekinya yang masih terbungkus CD.

Tubuh Mbok Sri sesekali bergetar & pinggulnya mulai bergoyang-goyang ketika kutekan-tekan mekinya. Sebab telah tidah tahan lagi, ku buka rok Mbok Sri. Kemudian CD-nya kutarik kebawah sampai terlepas.

Sekarang Mbok Sri telah telanjang bulat dihadapanku. Mekinya terlihat sangat menggairahkan, bulu-bulu hitam disekitar meki Mbok Sri cukup tebal. Setelah puas memandang tubuh Mbok Sri sebentar, langsung kulumat putting Mbok em dengan mulutku. Kumainkan dengan lidahku, sedangkan tanganku langsung mengobok-obok meki Mbok Sri. Kumasukkan jari tengahku kedalam mekinya yang telah basah.

Aagghhh… Eegghhhh….” Mbok Sri merintih & mengangkat pinggulnya ketika jariku telah masuk sepenuhnya ke dalam mekinya.

Uughhhh… Ugghhhhh….” Mbok Sri terus mengerang ketika ku gerakkan jariku maju mundur didalam mekinya.

Setelah puas melumat kedua puting Mbok Sri yang bertambah tegak, saya pindah posisi kebawah. Ku buka lebar-lebar paha Mbok Sri, kusibakkan bulu-bulu hitam disekitar meki Mbok Sri. Kemudian kubuka bibir meki Mbok Sri yang cukup tebal. Kudekatkan kepalaku ke mekinya, kulihat lubang meki Mbok Sri telah basah.

Mbok Sri sendiri masih terpejam matanya & pasrah atas perlakuanku. Lalu saya mulai menjilati lubang meki Mbok Sri dengan lidahku.

Egghhh… Eghhhh…” Mbok Sri bergetar & membuka matanya.

Eehh… kok digituin Mas?” katanya kaget.

Tangannya mencoba mendorong kepalaku. Tapi saya terus menjilati mekinya, kumainkan ‘itil’ Mbok Sri dengan lidahku.

Aagghhhh… aggghhh…. Mbok diapain Mas…. Eeeggghh… Ee..naaaak… Maas…” Mbok Sri merintih panjang.

Tangannya tak lagi mendorong kepalaku, malah seakan-akan mendorong kepalaku ke mekinya. Pinggul Mbok Sri terangkat.

Maas…. Maaas….. Aaagggghhhhhh…….” Mbok Sri kembali merintih panjang.

Tubuhnya bergetar keras & pacuma menjepit kencang kepalaku. Kurasakan ada cairan keluar dari dalam lubang mekinya. Kujilati terus mekinya, ada rasa asin sedikit, kemudian lubang mekinya berhenti mengeluarkan cairan. Kuangkat kepalaku dengan susah payah sebab jepitan paha Mbok Sri. Kulihat Mbok Sri nafasnya tak karuan & matanya masih terpejam. Kemudian kudekati mulutnya & kucium bibir Mbok Sri yang sedikit terbuka.

Mmmmm…. Mmmm…..” desah Mbok Sri.

Kemudian kupegang kontolku yang telah tak tahan lagi ingin masuk ke tempatnya. Kutempelkan ujung kontolku ke bibir meki Mbok Sri yang membuka pacuma lebar-lebar. Ku dorong sedikit demi sedikit sampai setengah kontolku masuk ke dalam mekinya.

Eegggghhh… Egghhhh…. Pe… pelan… Mas,” kata Mbok Sri yang sekarang membuka matanya & memandang kearahku, “Udah lama Mas soalnya, lagian punya Mas Aan gedhe banget..”

Egh… Iya Mbak,” kataku.

Kutarik pensiku kemudian kudorong masuk lagi. Kulakukan itu berulang-ulang sampai akhirnya seluruh kontolku masuk kedalam meki Mbok Sri.

Aaghhhh…….” Mbok Sri menjerit & nafasnya terengah-engah.

Lalu mulai kugerakkan pinggulku maju mundur. Mulanya pelan-pelan lalu makin lama kutambah kecepatannya.

Eeghhhh… Eghhhhh….” Erangku.

Sedikit heran aku, sebab Meki Mbok Sri terasa sempit. Mungkin telah lama tak dipakai pikirku.

Ugghhh… Ughhhhh….. Uughhhh….” Rintihan Mbok Sri terdengar setiap kali kontolku masuk kedalam mekinya.

Kedua tangan Mbok Sri memegang pinggulku seolah-olah mendorongku agar memasukkan kontolku lebih dalam lagi kedalam mekinya. Nafas kami terdengar semakin memburu. Cukup lama kuentot Mbok Sri sampai kurasakan buah zakarku terasa penuh.

Eegghhh…. Egghhh… Mboookk… akuuu… mau keluuaaarr…”

Mboookk juga Mas… Aaghhhh… aghhhh….”

Aaaaghhhhhhh…. Aaghhhhhh…. Mbok Yeeeemmm……” erangku.

Keluarlah maniku kedalam meki Mbok Sri.

Aaaaaggghhhhhhhh…………” Mbok Sri juga mengerang.
Tubuhnya bergetar keras & pinggulnya terangkat. Kurasakan kontolku disembur cairan di dalam meki Mbok Sri.

Matanya terpejam & tangannya memegang kencang tanganku. Akhirnya kontolku berhenti mengeluarkan isinya, begitu juga dengan Mbok Sri. saya langsung ambruk diatas Mbok Sri dengan nafas terengah-engah. Kontolku masih menancap didalam mekinya.

Setelah mencoba mengatur nafas, kuangkat tubuhku tapi tak melepas kontolku dari dalam mekinya. Kupandangi wajah Mbok Sri yang perlahan-lahan mulai membuka matanya & tersenyum padaku.

Makasih ya Mbok, saya sayang Mbok Sri,” kataku sambil mencium pipinya.

Egh… Mbok juga Mas. Mbok nggak pernah ngrasain yang kayak gini Mas,” kata Mbok Sri.

Lho kan dahulu sama suaminya juga ginian Mbok,” kataku.

Iya Mas, tapi nggak pernah ngrasain sampai begini. Apalagi ‘itu’ku tadi diciumin kayak gitu. Mbok kan belum pernah digituin, tapi rasanya enak banget mas. Makasih ya Mas,” katanya, “Mas kok mau-maunya sih sama Mbok? Mbok kan telah tak muda lagi Mas.”

Abis Mbok Sri menggemaskan sih… He… He….” Kataku.

Ihh… Mas itu lho…” katanya mencubit pinggangku.

Kok Nggak percaya? Mau bukti? Tuh lihat dedekku belum mau loyo juga,” kataku sambil sedikit menggoyangkan pinggulku sedikit.

Egghh…. Mas tuh lho… kok masih tegang sih Mas?”

Mbok Sri menggemaskan sih… Hi… Hi…” kataku sambil kugoyangkan pinggulku.

Hi… hii…. Masih mau lagi ya Mas? Gak capek?” katanya tersenyum nakal kearahku.

Nggak dong… Mbok Sri capek ya?” tanyaku.

Mbok Sri cuma menggelengkan kepalanya. Kucium bibirnya.

Mmmmm….” Mbok Sri mendesah pelan.

Ke kamar aja ya Mbok,” kataku.

Mbok Sri tersenyum & menganggukkan kepalanya. Lalu perlahan kucabut kontolku dari dalam mekinya. Kemudian kami menuju kamarku & tak lupa membawa pakaian kami kedalam kamar. Sampai kamar langsung kukunci pintunya & kususul Mbok Sri yang telah berbaring di tempat tidurku. Langsung kucium bibirnya.

Kemudian saya duduk bersandar di tembok & kutuntun Mbok Sri agar duduk di pangkuanku. Mbok Sri sepertinya tahu apa yang kuinginkan.

Kemudian ia duduk dipangkuanku & mencium bibirku. Mekinya menempel pada kontolku. Kemudian Mbok Sri mengangkat pantatnya & memegang kontolku. Diarahkannya kontolku ke dalam lubang mekinya. Kali ini tanpa kesulitan kontolku masuk ke mekinya.

Uughhhh…. Ughhhhh….” Mbok Sri mendesah.

Kemudian ia mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur.

Eghhh… eghhhh… enak banget Mas….” Katanya.

Aaghhh… aghhh….” Kataku.

Lalu ia mengangkat pantatnya & menurunkannya lagi. Diulanginya itu terus menerus. Kuremas-remas toket Mbok Sri yang bergoyang-goyang setiap kali ia naik turun.

Eeghhhhh… Eghhhh… eghhhhh….” Desah Mbok Sri dengan kepalanya terangkat kebelakang.
Setelah cukup lama, nafas Mbok Sri terdengar terengah-engah. Lalu kuminta ia menungging ia atas kasur. Kemudian saya mengambil posisi dibelakang Mbok Sri. Kumasukkan kontolku ke dalam mekinya dari belakang.

Uughhh… ughhhhh…” erang Mbok Sri.

Kugerakkan pinggulku maju mundur. Kupegang pantatnya & kuremas-remas. Ketika itu yang terdengar cuma erangan kami berdua & suara pantat Mbok Sri yang bertemu dengan pinggulku. Cukup lama kupompa meki Mbok em seperti itu. Kemudian saya merasa akan keluar lagi.

Eghhhh… eghhhh… Mboookkkk…” erangku.

Egghhh…Maaasss… Ughhhhh…. Keluaaaar Maaas…. Aaaghhhhhhhh………” Erang Mbok Sri.
Aku tahu Mbok Sri mencapai klimaksnya. Tak lama kemudian saya juga memuntahkan maniku ke dalam mekinya.

Aaaagggghhhhhhh……… aakuu jugaaa Mbook….” Erangku.

Tertumpahlah seluruh maniku ke dalam mekinya. Setelah tak ada lagi yang tersisa kucabut kontolku yang mulai mengendur.

Ploop,” terdengar suara ketika kucabut kontolku dari meki Mbok Sri.

Kemudian saya merebahkan tubuhku yang kecapekan disamping Mbok Sri yang tidur tengkurap. & akupun tertidur kecapekan. Tak tahu berapa lama saya tertidur sampai kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku.

Mmmmm….” Rintihku sambil membuka mata.

Kulihat Mbok Sri didepanku tersenyum manis. Kemudian ia bangkit & membereskan pakaiannya.

Kalau mau tidur lagi, pakai baju dahulu Mas,” katanya masih tersenyum.

Heeh… jam berapa ini Mbok?” kataku.

Aku bangkit dari tidurku & melangkah ke kamar mandi. Kebetulan kamar mandiku di dalam kamar.

Ee… jam setengah tiga Mas, beentar lagi Ibu pulang,” katanya.

Oo… tunggu dahulu Mbok Sri,” kataku.

Kudekati Mbok Sri yang telah di depan pintu kamarku mau keluar. Lalu langsung kupeluk ia & kucium bibirnya.

Ihhh….. bau… Udah ah Mas…” katanya manja.

He… he…. Makasih ya Mbok sayang…” kataku sambil mengecup bibirnya sekali lagi.

Hi… hi…. Genit ah…” katanya tertawa kecil & keluar dari kamarku.

Akupun ke kamar mandi & berpakaian lagi. Sebab masih terasa capek kuputuskan untuk melanjutkan tidurku. Sampai lupa untuk makan siang.
TAMAT

– Cerita Sex Pembantu Terbaru
– Cerita Mesum Assisten Rumah Tangga
– Cerita Ngentot Memek Pembantu Rumah

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*