Mahasiswi Pemuas Sex di Kampusnya | Sex Terbaru
Situs BandarQ

Mahasiswi Pemuas Sex di Kampusnya

<center>

Cerita Mesum Mahasiswi Gangbang, Cerita Seks Terbaru Mahasiswi – Dosen yang biasanya mengajar jarang masuk ke kelasku karena beliau sedang menyelesaikan tugas skripsinya s2nya, maka dari itu kuliah yang tadinya harusnya pukul 2 siang sekarang jadi jam 5 sore tapi biasanya kalau kuliah di ganti jamnya, biasanya pulangnya lebih cepat, ya udah aku nunggu sambil berkeliling di area kantin, tapi kok di sekeliling udah pada sepi dan gak ada yang tongkrong seprti biasanya.

Keluar dari kelas saya terlebih dahulu ke toilet yang hanya berjarak empat ruangan dari kelas ini untuk buang air kecil sejenak, serem juga nih sendirian di WC kampus malam-malam begini, tetapi saya segera menepis segala bayangan menakutkan itu.

Cerita Dewasa Mahasiswi Pemuas Sex di Kampusnya

cerita sex mahasiswi hot, cerita seks terbaru mahasiswi, mahasiswi ngentot, mesum di kampus, ML gangbang di kampus, kampus panas, kampus biru, cerita dewasa kampus hot, ngentot mahasiswi sange, Foto hot mahasiswi, cerita mesum mahasiswi baru

Sesudah cuci tangan saya buru-buru keluar menuju lift (di tingkat lima). Saat menunggu lift saya terkejut karena ada yang menyapa dari belakang. Ternyata mereka adalah tiga orang mahasiswa yang juga sekelas denganku tadi, yang tadi menyapaku saya tahu orangnya karena pernah duduk di sebelahku dan mengobrol sewaktu kuliah, namanya Bastian, tubuhnya kurus tinggi dan berambut jabrik, mukanya jauh dari tampan dengan bibir tebal dan mata besar.

Sedangkan yang dua lagi saya tak ingat namanya, cuma tahu tampang, belakangan saya tahu yang rambutnya gondrong dikuncir itu namanya Putra dan satunya lagi yang mukanya mirip Arab itu namanya Dika, tubuhnya lebih berisi dan kekar dibandingkan Bastian dan Putra yang lebih mirip pemakai narkoba.

Kok baru turun sekarang Vel?” sapa Bastian berbasa-basi.

cerita sex mahasiswi hot, cerita seks terbaru mahasiswi, mahasiswi ngentot, mesum di kampus, ML gangbang di kampus, kampus panas, kampus biru, cerita dewasa kampus hot, ngentot mahasiswi sange, Foto hot mahasiswi, cerita mesum mahasiswi baru

Abis dari WC, kamu orang juga ngapain dulu?” jawabku.

Biasalah, ngerokok dahulu bentar” jawabnya.

Lift terbuka dan kami masuk bersama, mereka berdiri mengelilingiku seperti mengepungku hingga jantungku jadi deg-degan merasakan mata mereka memperhatikan tubuhku yang terbungkus rok putih dari bahan katun yang menggantung di atas lutut serta kaos pink dengan aksen putih tanpa lengan.

Walau demikian, terus terang gairahku terpicu juga dengan suasana di ruangan kecil dan dengan dikelilingi para pria seperti ini hingga rasa panas mulai menjalari tubuhku.

cerita sex mahasiswi hot, cerita seks terbaru mahasiswi, mahasiswi ngentot, mesum di kampus, ML gangbang di kampus, kampus panas, kampus biru, cerita dewasa kampus hot, ngentot mahasiswi sange, Foto hot mahasiswi, cerita mesum mahasiswi baru

Langsung pulang Vel?” tanya Putra yang berdiri di sebelah kiriku.

Hemm” jawabku singkat dengan anggukan kepala.

Jadi udah gak ada kegiatan apa-apa lagi dong sesudah ini?” si Bastian menimpali.

Ya gitulah, paling nonton di rumah” jawabku lagi.

Wah kebetulan.. Kalo gitu lu ada waktu sebentar buat kita dong!” sahut Syaiful.

Eh.. Buat apa?” tanyaku lagi.

Sebelum ada jawaban, saya telah dikagetkan oleh sepasang tangan yang memelukku dari belakang dan seperti sudah diberi aba-aba, Dika yang berdiri dekat tombol lift menekan sebuah tombol sehingga lift yang sedang menuju tingkat dua itu terhenti. Tas jinjingku sampai terlepas dari tanganku karena terkejut.

Heh.. Ngapain lu orang?” ujarku panik dengan sedikit rontaan.

Hehehe.. Ayolah Vel, having fun dikit kenapa? Stress kan, kuliah seharian gini!” ucap Bastian yang mendekapku dengan nafas menderu.

Iya Vel, di sipil kan gersang cewek nih, jarang ada cewek kaya lo gini, lu bantu hibur kita dong” timpal Dika.

Srr.. Sesosok tangan menggerayang masuk ke dalam rok miniku. saya tersentak saat tangan itu menjamah pangkal pahaku lalu mulai menggosok-gosoknya dari luar.

Eengghh.. Kurang ajar!” ujarku lemah. saya sendiri sebenarnya menginginkannya, tetapi saya tetap berpura-pura jual mahal untuk menaikkan derajatku di depan mereka.

Mereka menyeringai mesum menikmati ekpresi wajahku yang telah terangsang. Rambutku yang dikuncir memudahkan Bastian menciumi leher, telinga dan tengkukku dengan ganas sehingga birahiku naik dengan cepat.

Dika yang tadinya cuma meremasi dadaku dari luar kini mulai menyingkap kaosku lalu cup bra-ku yang kanan dia turunkan, maka menyembullah toket kananku yang nampak lebih mencuat karena masih disangga bra. Diletakkannya telapak tangannya di sana dan meremasnya pelan, kemudian kepalanya mulai merunduk dan lidahnya kurasakan menyentuh putingku.

Sambil menyusu, tangannya aktif mengelusi paha mulusku. Tanpa kusadari, celana dalamku kini telah merosot hingga ke lutut, pantat dan kemaluanku terbuka sudah. Jari-jari Putra sudah memasuki memekku dan menggelitik bagian dalamnya. Tubuhku menggelinjang dan mendesah saat jarinya menemukan klitorisku dan menggesek-gesekkan jarinya pada daging kecil itu.

Saya merasakan sensasi geli yang luar biasa sehingga pahaku merapat mengapit tangan Syaiful. Rasa geli itu juga kurasakan pada telingaku yang sedang dijilati Bastian, hembusan nafasnya membuat bulu kudukku merinding.

Tangannya menjalar ke dadaku dan mengeluarkan toketku yang satu lagi. Diremasinya toket itu dan putingnya dipilin-pilin, kadang dipencet atau digesek-gesekkan dengan jarinya hingga menyebabkan benda itu semakin membengkak. Tubuhku serasa lemas tak berdaya, pasrah membiarkan mereka menjarah tubuhku.

Melihatku semakin pasrah, mereka semakin menjadi-jadi. Kini Dika memagut bibirku, bibir tebal itu menyedot-nyedot bibirku yang mungil, lidahnya masuk ke mulutku dan menjilati rongga di dalamnya, kubalas dengan menggerakkan lidahku sehingga lidah kami saling jilat, saling hisap, sementara tangannya sudah meremas bongkahan pantatku, kadang jari-jarinya menekan anusku.

Tonjolan keras di balik celana Bastian terasa menekan pantatku. Secara refleks saya menggerakkan tanganku ke belakang dan meraba-raba tonjolan yang masih terbungkus celana itu.

Toket kananku yang sudah ditinggalkan Dika jadi basah dan meninggalkan bekas gigitan kini beralih ke tangan Bastian, dia kelihatan senang sekali memainkan putingku yang sensitif, setiap kali dia pencet benda itu dengan agak keras tubuhku menggelinjang disertai desahan.

Si Putra malah sudah membuka celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang. Masih sambil berciuman, kugerakkan mataku memperhatikan miliknya yang panjang dan berwarna gelap tetapi diameternya tak besar, ya sesuailah dengan badannya yang kerempeng itu.

Diraihnya tanganku yang sedang meraba selangkangan Bastian ke kontolnya, kugenggam benda itu dan kurasakan getarannya, satu genggamanku tak cukup menyelubungi benda itu, jadi ukurannya kira-kira dua genggaman tanganku.

Ini aja Vel, burung aku kedinginan nih, tolong hangatin dong!” pintanya.

Ahh.. Eemmhh!” desahku sambil mengambil udara begitu Dika melepas cumbuannya.

Aku juga mau dong, udah gak tahan nih!” ujar Dika sambil membuka celananya.

Wow, sepertinya dia memang ada darah Arab, soalnya ukurannya bisa dibilang menakjubkan, panjang sih tak beda jauh dari Putra tetapi yang ini lebih berurat dan lebar, dengan ujungnya yang disunat hingga menyerupai helm tentara. Jantungku jadi tambah berdegup membayangkan akan ditusuk olehnya, berani taruhan punya si Bastian juga pasti kalah darinya.

Adi melepaskan dekapannya padaku untuk membuka celana, saat itu Dika menekan bahuku dan memintaku berlutut. saya pun berlutut karena kakiku memang sudah lemas, kedua kontol tersebut bagaikan pistol yang ditodongkan padaku, tidak.. bukan dua, sekarang malah tiga, karena Bastian juga sudah mengeluarkan miliknya.

Benar kan, milik Dika memang paling besar di antara ketiganya, disusul Bastian yang lebih berisi daripada Syaiful. Mereka bertiga berdiri mengelilingiku dengan senjata yang mengarah ke wajahku.

Ayo Vel, jilat, siapa dahulu yang mau lu servis”

Yang aku aja dahulu Vel, dijamin gue banget!”

Ini aja dahulu Vel, aku punya lebih gede, pasti puas deh!”

Demikian mereka saling menawarkan kontolnya untuk mendapat servis dariku seperti sedang kampanye saja, mereka menepuk-nepuk miliknya pada wajah, hidung, dan bibirku sampai saya kewalahan menentukan pilihan.

Aduh.. Iya-iya sabar dong, semua pasti kebagian.. Kalo gini terus aku juga bingung dong!” kataku sewot sambil menepis senjata mereka dari mukaku.
“
Wah.. Marah nih, ya udah kita biarin Ravel yang milih aja, demokratis kan?” kata Syaiful.
Sesudah kutimbang-timbang, tangan kiriku meraih kontol Putra dan yang kanan meraih milik Dika lalu memasukkannya pelan-pelan ke mulut.

Weh.. Sialan lu, aku cuma kebagian tangannya aja!” gerutu Putra pada Dika yang hanya ditanggapinya dengan nyengir tanda kemenangan.

Wah aku kok gak diservis Vel, gimana sih!” Bastian protes karena merasa diabaikan olehku.

Sebenarnya bukan mengabaikan, tetapi saya harus memakai tangan kananku untuk menuntun kontol Dika ke mulutku, sesudah itu barulah kugerakkan tanganku meraih kontol Bastian untuk menenangkannya. Kini tiga kontol kukocok sekaligus, dua dengan tangan, satu dengan mulut.

Lima belas menit lewat sudah, saya ganti mengoral Bastian dan Dika kini menerima tanganku. Tak lama kemudian, Putra yang ingin mendapat kenikmatan lebih dalam melepaskan kocokanku dan pindah berlutut di belakangku.

Kaitan bra-ku dibukanya sehingga bra tanpa tali pundak itu terlepas, begitu juga celana dalam hitamku yang masih tersangkut di kaki ditariknya lepas. Lima menit kemudian tangannya menggerayangi toket dan memekku sambil menjilati leherku dengan lidahnya yang panas dan kasar. Pantatku dia angkat sedikit sampai agak menungging.

Kemudian saya menggeliat saat kurasakan hangat pada liang memekku. Kontol Putra telah menyentuh memekku yang basah, dia tak memasukkan semuanya, cuma sebagian dari kepalanya saja yang digeseknya pada bibir memekku sehingga menimbulkan sensasi geli saat kepalanya menyentuh klitorisku.

Uhh.. Nakal yah lu!” kataku sambil menengok ke belakang.

Aahh..!” jeritku kecil karena selesai berkata demikian Putra mendorong pinggulnya ke depan sampai kontol itu amblas dalam memekku.

Dengan tangan mencengkeram toketku, dia mulai menggenjot tubuhku, kontolnya bergesekan dengan dinding memekku yang bergerinjal-gerinjal. saya tak bisa tak mengerang setiap kali dia menyodokku.

Hei Vel, yang aku jangan ditinggalin nih” sahut Bastian seraya menjejalkan kontolnya ke mulutku sekaligus meredam eranganku.

Aku semakin bersemangat mengoral kontol Bastian sambil menikmati sodokan-sodokan Syaiful, kontol itu kuhisap kuat, sesekali lidahku menjilati ‘helm’nya. Jurusku ini membuat Bastian blingsatan tak karuan sampai dia menekan-nekan kepalaku ke selangkangannya. Kocokanku terhadap Dika juga semakin dahsyat hingga desahan ketiga pria ini memenuhi ruangan lift.

Teknik oralku dengan cepat mengirim Bastian ke puncak, kontolnya seperti membengkak dan berdenyut-denyut, dia mengerang dan meremas rambutku..

Oohh.. Anjing.. Ngecret nih aku!!”

Muncratlah cairan kental itu di mulutku yang langsung kujilati dengan rakusnya. Keluarnya banyak sekali sehingga saya harus buru-buru menelannya agar tak tumpah. Sesudah lepas dari mulutku pun saya masih menjilati sisa pejuh pada batangnya. Dika memintaku agar menurunkan frekuensi kocokanku, demikianlah aku sebagai pemuas kontol mereka bertiga. cerita sex Mahasiswi, cerita sex panas Mahasiswi, cerita sex terbaru Mahasiswi, cerita sex hot Mahasiswi, cerita sex foto mahasiswi, cerita sex mesum mahasiswi

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*