Merasa Frustasi Suamiku Tak Keras di Ranjang | Sex Terbaru
Situs BandarQ

Merasa Frustasi Suamiku Tak Keras di Ranjang

<center>

Dalam cerita seks ini baru pertama kalinya aku menuliskan seluruh kisah perselingkuhanku dengna mantan pacarku dulu, panggil saja namaku Myra umur 28 tahun aku mempunyai ukuran toket 34 B dengan tinggi badan 173 cm, dalam hubungan dengan suamiku biasa biasa saja , tapi kalau boleh aku ceritakan aku suka dengan kekasaran saat melakukan hubungan badan dan sedikit pukulan, suamiku yang sekarang dalam menyikapi soal seks biasa biasa saja membuat aku seperti hampa kurang renyah jika melakukan sex dengannya.

cerita mesum selingkuh baru, cerita ngentot perselingkuhan, cerita seks terbaru selingkuh, kisah ML panas, kisah hot selingkuh 2018, mesum sama mantan pacar, seks ganas, cerita sex new, kentu kontol mantan

Aku dan suami bertemu tak lama sesudah aku selesai melakukan study di Singapore. Ia seorang yang baik dan saat ini tengan bekerja sebagai manajer disalah satu perusahaan swasta nasional. Suami ku sebenarnya sudah mencoba memenuhi keingginanku untuk memenuhi “kebutuhanku” ini.

Ketika melakukan hubungan Seks aku sering memberi kode kepadanya untuk sedikit kasar dan keras kepadaku. Tamparan-tamparan sering dilakukan oleh suamiku demi memberikan gairah lebih kepadaku, tetapi hanya sebatas tamparan yang membuat aku merasa gairah dan nafsu birahiku tak terpenuhi. Hal ini terkadang menimbulkan rasa kecewa dan frustasi sebab nafsu tinggiku yang tak tersalurkan tetapi hal ini coba kusembunyikan darinya.

Saat ini aku sendiri tengah bekerja disalah satu Bank swasta, Sesudah 1 tahun bekerja diKantor pusat di Jakarta. Belum lama ini aku dipindahkan ke sebuah Kantor Cabang dan disinilah terjadi hal yang benar-benar merubah hidupku.

cerita mesum selingkuh baru, cerita ngentot perselingkuhan, cerita seks terbaru selingkuh, kisah ML panas, kisah hot selingkuh 2018, mesum sama mantan pacar, seks ganas, cerita sex new, kentu kontol mantan

Ini bermula saat aku bertemu dengan mantan pacarku Ikbal, dulu saat kuliah Myria mempunyai pacar bernama Ikbal. Ikbal orang pertama yg memperawani aku dan mengenalkan sex kepadaku. Ikbal juga adalah orang yang paling tahu keinginan seks ku seperti apa, ia tahu kalau aku senang dengan sex kasar dan keras. Dulu kami sering melakukannya.

Tetapi itu sempat terhentu sebab aku selam 2 tahun harus melanjutkan kuliah S1 di singapura dan sejak itu kami menjadi kehilangan kontak, dan ketika aku dimutasi dari kantor pusat daerah jakarta ke sebuah kantor cabang.

Di situlah aku bertemu kembali dengan Ikbal suatu hal yang ngak pernah aku sangka akan terjadi lagi. Bisa bertemu dengan mantanku itu, Ikbal ternyata bekerja sebagai BO di Bank yang sama denganku, aku sendiri adalah sabagai CS di Bank itu.

“siang mbak ini laporanya,,”, kali pertama Ikbal menyapaku, saat itu aku tak sadar bahwa itu adalah ikbal.

cerita mesum selingkuh baru, cerita ngentot perselingkuhan, cerita seks terbaru selingkuh, kisah ML panas, kisah hot selingkuh 2018, mesum sama mantan pacar, seks ganas, cerita sex new, kentu kontol mantan

“iya taruh aja di meja”, jawabku saat itu.

“haaa, Ikbal kamuuu!!!”, Bertapa terkejutnya aku begitu aku menatap muka orang yang didepanku, orang yang aku sangat kenal Ikbal.

“Lho myria kamu baru disini juga ya??”, tanya ikbal balik, ternyata Ikbal juga tak kalah terkejutnya denganku

Saat itu perasaanku tegang bercampur malu dan senang, sebab bertemu kembali dengan Ikbal.

‘lhoo kalian sudah saling kenal ya myr??”, Bilang Sarah dengan nada cemburu dan sedikit jutek kepadaku, Sarah adalah sahabat sekantorku yang juga seorang CS, dari info yang aku dengan Sarah adalah kekasih gelap dari Ikbal yang juga seorang lesbian dan maniak sex.

“iyaa Sar ini sahabat lama aku waktu di kampus sebelum pindah ke singapura”, jawab Ikbal menjelaskan ke Sarah. Mendengar penjelasan Ikbal akupun tersenyum, tetapi tak dengan sarah wajahnya terlihat seperti curiga dan tak senang akan kehadiran aku.

Waktupun terus berjalan dan pekerjaan di kantor lancar seperti hari-hari lainnya, sampai akhirnya situasi itu datang. Aku ingat itu terjadi saat jam makan siang, saat Ikbal menghampiri meja kerjaku.

“Hai Myria, sibuk ga??” tanya Ikbal kepadaku

“nga ko, kenapa??,,”Aku sedikit curiga

“kita makan siang di luar yuk??” Ajak Ikbal kepadaku.

“Aduuh gimana yaa??” jawabku, sebab merasa ngak enak dengan sarah yang ada di sebelahku. Walau bagaimanapun Sarah itu kekasih gelapnya ikbal dan aku tau itu.

“Udaah nga apa-apa Myr, temenin Ikbal makan sana,,” bilang Sarah smbil tersenyum kepadaku.

“Loh??” dalam hati aku jadi bertanya, kenapa Sarah hari ini baik banget ya sama aku.

Sarah pun berdiri dari tempat duduknya, “I’iihh, di ajak makan siang kok nolak sich,,” bilang sarah sambil menarik aku, berdiri dari tempat dudukku.

“Kita sama-sama aja ya Sar? Aku jadi ngak enak nich,,,”, pintaku ke sarah.

“aku bawa makan kok Myr, sayang kalau ngak di makan kan,,,”, sarah memberi alasan kepadaku untuk menolak ajakanku.

Sebab sarah terus menerus menolak akhirnya aku jalan dengan Ikbal berdua, sesudah selesai makan Ikbal mengajak ngobrol aku yg sangat private, soal hubungan kami dulu, perilaku seks ku dan kehidupan ranjangku sesudah berpisah dengannya.

Sesudah panjang lebar kami bercerita Ikbal memperlihatkan foto-foto saat aku masih berpacaran dengannya, tetapi yang membuatku terkejut itu adalah photo saat kami melakukan scene seks saat ia menyiksaku dulu.

“Ikbal, kamu gila yaa, kok foto-foto itu masih kamu simpan???” teriakku degan nada keras dan sedikit rasa marah dicompur kecewa serta rasa malu yang sangat.

“Sudahlah Myr, kamu ngak usah bohongin dirimu sendiri, aku tahu kok apa yang kamu inginkan, bener ga??”, ketus Ikbal kepadaku

“Plaak,,” secara reflek langsung ku tampar wajah Ikbal sesudah di bicara seperti itu kepadaku.

“Kamu kurang ajar yaa Ikbal, please hargai aku dong, aku sudah punya suami sekarang,,” teriakku kepada Ikbal.

Dengan wajah kesal Ikbal menjawab, “Dasar lonte, kamu itu tetap Lontee myr, lonte milikku, ingat itu Myr,, aku tahu kamu masih suka kayak gini kan?? aku bisa lihat, kamu tak puas kan sama suami kamu??” Ikbal balik menghujat dan menghinaku.

“Plaak,,” kutampar lagi wajah Ikbal.

“Kamu memang sudah kelewatan Ikbal,,” aku langsung berdiri, dan saat berdiri tanganku langsung di pegang oleh Ikbal.

“Wait,, Myr, bagaimana ya kalo photo-photo ini tiba-tiba bisa ada di kantor sama internet, gampang kok tinggal di upload dan print, apa yang mereka pikirkan begitu lihat lonte seperti mu berpose seperti diphoto ini.”, Ancam Ikbal dengan sedikit mnyindirku.

Mendengan Ikbal berbicara seperti itu sungguh membuatku menjadi sangat kaget, “Ikbal kamu kok jahaat sekali sama saya?”.

Dengan nada lemah aku mengatakan, “Kamu maunya apa Ikbal? Uang?? Bilang aku!!”

“Hahahaha, aku ngak butuh uang Myr, aku hanya butuh kamu, semalem saja, gimana?? Sesudah itu kamu bisa menghapus photo-photo ini, gimana??”, Ia mulai memberiku tawarannya.

“Aaahh ngak lahh, aku sudah nikah Ikbal, hargain aku dong,,” aku memohon dan memelas ke Ikbal.

“Tetapi suami kamu kan lagi keluar kota kan?? Aku juga cuma minta kamu temanin aku malam ini ke cafe, tetapi kamu datang ke kontrakan aku dulu ya,,,” Ikbal tetap teguh pada permintaannya.

Aku pun sedekit terdiam sambil menarik nafas, “Heeemm, oke, hanya ke club malam kan??”

Sambil mendekat ke kupingku Ikbal berbisik, “Iyaa lonteeku sayang, hihihi,,,”

Aku langsung mendorong Ikbal “Ikbal itu sudah masa lalu, please jangan panggil aku seperti itu lagi, oke??” pintaku ke Ikbal.

“Udah ntar malam dimana dan jam berapa??”, akhirnya aku menerima syarat dari Ikbal.

“Hahaha, begitu dong ngak usah marah dan acara nolak-nolak , memangnyamau aku sebarin!! Kita ketemu Jam 7, alamatnya akan aku sms ke kamu”, Bilang Ikbal sambil tersenyum.

Wajahku langsung merah bercampur malu, “Oke jam 7”, jawabku sambil berbalik ingin meninggalakn meja, tetapi tanganku kembali di tarik oleh Ikbal.

“Ingat pakai baju terusan yg seksi ya Myr,, kayak baju-baju kamu dulu itu!!” Sambil tersenyum Ikbal berkata.

Aku langsung menarik tanganku, “iyaa,,” jawabku ketus kepadanya dan aku pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Waktu pun berlalu dan sudah menunjukkan Jam 4 sore, sudah waktu pulang kerja. Aku pun bersiap dan pergi pulang kerumah. Tetapi saat aku sudah didalam mobil Ikbal mendekati aku, “Ingat jangan lupaa yaa?? Haha,,” Ikbal kembali mengingatkan pembicaraan aku denganya tadi siang.

Aku hanya diam menanggapinya, tenyata dibelakang ada seseorang akupun langsung melihat ke arah itu dan itu adalah Sarah. Dan yang mengherankan Sarah hanya tersenyum melihat Ikbal berprilaku seperti itu, dalam hati aku mulai bertanya-tanya, kenapa dengan Sarah sekarang, apakah ia tahu hubunganku dengan Ikbal dulu.

Sesudah terdiam agak lama aku pun menjawab Ikbal “iyaa,,” jawabku dan langsung menutup kaca mobil dan pergi dari tempat itu.

Tepat Jam 7 malam aku sudah berada didepan kontrakan Dia. Aku ambil hapeku dan kutelpon Ikbal,

“yaa halo, aku dah di depan nich,,”.

”oke, sebentar aku buka gerbang dulu,, masukin mobilnya dulu” bilang Ikbal kepadaku.

Dengan memakai sepatu hak tinggi, baju terusan seksi sepaha aku turun dari mobilku, tetapi begitu sampai ke pintu rumah aku begitu kaget melihat Ikbal bersama Sarah.

“Lho Sarah kamu juga disini??”, Bilang aku, dalam hati aku menjadi sedikit tenang, kan ngak mungkin si Ikbal mau dekati aku sebab ada Sarah disini. Walaupun si Sarah lesbian dan maniak sex ia juga kan kekasih Ikbal, Ikbal pasti ngk berani macem-macem dan akupun agak sedikit tenang.

“Iyaa dong Myr,, Sarah juga kan pengen enjoy, hehe” bilang Sarah.

“Yaudah ayo kita masuk dulu sekarang, sudah on baru ke cafe”, kami pun masuk, Ikbal sudah sediakan minuman wine dengan iringan lagu remix pada strereo soundnya.

“Assah kurang seruu nich, Ikbal ambil inex dulu sana!” pinta Sarah ke Ikbal.

Mendengar itu aku langsung menolak”Ngakk,, ngaak,, aku ngakk pake yaa??”, teriakku.

“udah ngak apa-apa, Ngak banyak ko, kita pake setengah2 aja, oke Myr??” Bilang Ikbal kepadaku.

Perasaanku langsung kacau, sebab Ikbal tahu kalau dulu aku pakai itu sering lupa diri dan nafsu sex malah tinggi, tetapi aku agak sedikit lega masalahnya sekarang kami bersama Sarah, kan ngak mungkin Ikbal mau rese sama aku sebab ada kekasihnya itu.

“Ya udah okelah, sedikit aja ya??” Bilangku. Ikbal pun ke kamarnya, ngak lama kemudian ia balik dengan 2 inex.

Kami semua pun mulai menegaknya setengah-setengah, tetapi aku ternyata tak sadar kalau inilah awal dari penjebakan yang dilakukan Ikbal dan Sarah buatku, sebab mereka berdua ternyata sudah merencanakan semuanya.

Saat aku pakai Inex yang diberikan Ikbal, mereka berdua ngak pakai sama sekali. Selang beberapa waktu aku mluai merasakan reaksinya, aku pun mulai Bergoyang mengikuti irama lagu remix yang sedang diputar. Saat aku melihat kesamping, Gilaa, ikbal lagi berciuman sangat rakus dengan Sarah.

Aku yang melihat adegan itu menjadi sedikit cemburu, ada rasa marah yang timbul dalam dadaku. Bahkan Nafsuku pun mulai menaik. Aku pun berdiri bergoyang diiringi musik buat menghilangkan perasaan itu.

“Depp,, Dep,,” lagu trus menggema dan goyanganku semakin mejadi liar.

Sesudah berapa lama aku melihat Sarah pergi ke toilet, “Uhhhh,,,” aku mendesah nikmat sekaligus kaget ketika tiba-tiba Ikbal sudah berada di belakangku dan memegang tubuh ku.

Ikbal sepertinya tak lupa, dan masih sangat tahu seluruh area tubuh sensitifku. Sambil memelukku dari belakang Ikbal mencumbuku dan menjilati daerah belakang telingaku “Aahhh,,”, tanpa aku sadar desahan keluar dari bibirku, reaksi inex dan suasana yang mendukung membuatku hilang kontrol dan tak melarang Ikbal melakukan hal itu.

“Gimana lontee sayang kamu enjoyy??”, tanya Ikbal kepadaku.

“Uuh,, mmmhh” badanku langsung bergetar ketika Ikbal membisikan ke telingku dan menjilatnya, sedangkan kedua tanganya langsung meremas susuku dari belakang.

“Aaah,, uhh,,” aku kembali mendesah keenakan, ngak tahu kenapa nafsu sexku sekarang muncul apa ini pengaruh Inex yang tadi aku mana.

“Uuhhh, ,,” Aku terus melenguh nikmat.

Melihat aku yang tak menolak dirinya Ikbal langsung membalikan tubuhku dan mencium bibirku,
“Mmmhhp,,, slrupp,,” dan akupun membalas ciumnnya dengan rakus aku masukan lidahku dalam mulutnya sebelum aku akhirnya tersadar.

Sesudah agak tersadar walaupun masih dalam keadaan setengah teler aku langsung mendorong Ikbal,

“Udaah Ikbal, aku sudah ngak kayak dulu lagi,,” akupun menjauh dan mengambil gelas wine yang ada diatas meja dan meminumnya.

Tak lama kemudian Sarah kembali muncul, “Haah untung saja”, gumamku.

“Myr kamu ganti baju dulu, nanti skitar jam 10an baru kita ke cafe, tuh ada baju2nya si sarah di kamar”, cetus Ikbal tiba-tiba.

“Iyaa Myr pakai aja dulu, nanti keringatan lagi sayangkan udah seksi gitu, hehe,,” canda Sarah membenarkan perkataan Ikbal.

“Hmmm, oke lahh,,” pikirku.

“Ayoo Myr aku antar ke kamar lihat baju,,” bilang Ikbal, akupun di antar Ikbal ke kamarnya. Tak ada satu pikiran burukpun saat itu dalam benakku.

Sesampai aku menjadi begitu sangat kaget, saat aku sudah di dalam kamar, Ikbal langsung memeluk dan mencium bibirku dengan rakus tangannya juga langsung masuk dalam CD ku jari-jarinya mulai memainkan miss V ku.

Seperti di sambar petir tubuhku terasa gemetar, “Uuh,, Ahhh” seketika aku mendesah.

Ikbal memang tahu kelemahanku apa keinginanku. Aku dengan cepat menjadi terangsang oleh tindakan sex cepat dan kasar Ikbal, “Mhmmpp,,” tanpa sadar aku pun mulai membalas ciumannya aku sudah hilang akan dan tak peduli lagi aku ingin mendapat kenikmatan lebih aku sudah mencapai titik puncak batas sabarku menahan nafsu.

”Ini yang kamu suka kan Myr?”, tanya Ikbal sambil terus memainkan jarinya dalam Miss V ku dengan cepat.

“Aaahhh, stooopp ikbaallll, mmmmm,,,,” aku meracau mendapatkan perlakuan seperti itu.

“Rasakaan iniii lonteeee, heee beraninyaaa kamu tampar aku kmariin yaa? Sekali perek tetap pereeek kamu Myr,,” dengan posisi berdiri Ikbal menaikan satu kakiku ke atas kursi, dan tangan kirinya menjambak rmbutku ke belakang sesampai wajahku terangkat ke atas, tangan kanannya dengan kasar dan cepat memainkan miss V ku.

“Uuuuhhh,, aaaahhhh, Ikbaaaaaal,, mmm,,,” tanpa disadari aku sudah mulai merasa keenakan dan mulai mengoyangkan pinggulku.

“Hahahaa kamuuu sukaaa Myr?? Jwaab lonteee,???, teriak Ikbal. Tetapi aku hanya diam dan mengigit bibir bawahku.

“Cuiih,, dasaar muraahann, wajah mesumm mu itu ngak bisa bohongg pereeekkkk,, cuiiihhh,, jawaabb?? Kamu sukaaa???”, 2 kali Ikbal meludahi wajah ku.

“Oohhhhh iyaaaa, sukaaaa, Ikbaaaal trusss,, aahhhh,,,” Ikbal pun berhenti dan memegang mulutku.

“Myria ingattt yaa,, aku yang pertama mengenal mekqi murahan kamu ini dari pada suamimu, oke?? Dan Mekqi ini akan terus jadi milikku,, Plaaaak,,,,” Ikbal langsung menampar keras pipiku, “Ini yang kamu suka kan Myr??”.

“Uuuuhhh,, mmmmm,, “aku hanya anggukan kepala sebab aku memang sangat menikmati sex seperti ini.

“Sekarang kamu panggil aku sayang seperti yang dulu, oke??”

“Mmmmmm,, iyaaaa sayaangg, aahhhh,,”

“Bukaa pakaian kamu sampai bugil Cepaaatt,,,”, perintah Ikbal kepadaku.

Dengan senyuman aku langsung membuka cepat semua pakaianku sampai bugil, aku langsung memeluk Ikbal dan kami berciuman dengan rakus.

Sambil tersenyum aku berkata, ” sayaaang,, lakukanlah semau Kamuu,, buat aku seperti yang dulu yaa sayang??

Ikbal pun langsung mencium aku dan mencubit pelan hidungku, “Naah gitu dong, jangan sok jual mahaaal yaa sayang??” Kamu tuh lonteku dari dulu inget itu,,”

“Plaak,, kamu itu apa sayang jawab??, tiba-tiba Ikbal menamparku dengan keras.

“Iyaaaa sayaang, aku memang lontee,,, Lontemu sayang, Uuhhh,, kamu nakal yaa sayang, kamu itu memang paling tau kenginan sex aku,,” ujarku dengan manja sambil tersenyum aku kerlingkan sebelah mataku dan mencium Ikbal.

“Makasih yaa sayang!! Puassskaan aku sayang, siksaa dan permalukan aku sayang, buat apapun sesukamu, buat aku bergairaah yaa sayang??,” dan Ikbal balaz menciumku lagi.

“Iyaa aku akan puaskan kamu sesampai kamu lupa dengan suami kamu, aku akan hamili kamu sekalian,, kalau kamu mandul kamu tetap akan jadi pelacurku selama, lonteku selamanya, oke??”

”Iyaaa sayang,, ayooo sayang aku sudah ngak tahan, hmmmmmm,,” Aku segera membuka pakaianku sampai bugil, dan aku pun dengan cepat membuka pakaian Ikbal.

Pada saat aku akan menurunkn Cdnya ia berkata ” eehh pereeeek, kamu udah lupa yaa, pake mulutmu itu,,”

“Iyaaa sayang,,” Aku pun berlutut menggigit CD Ikbal dan mulai menurunkan memakai mulut dan gigiku.

”Ayo masukan dalam mulut baumu itu sayang awas sampai lepas,,” Ikbal langsung menjambak rambutku dan menarik aku ke atas tempat tidur.

Ikbal kemudian melepaskan CD dalam mulutku, dan kami mulai berciuman dengan rakus, tangan Ikbal kembali memainkan jarinya dalam miss V ku.

”Uuuuhhhh enaaak sayang,, sayang kunci dulu dong pintunya, ga enaak kalo Sarah masukk”, ujarku ke Ikbal sebab tiba-tiba aku ingat kami tak sendiri dirumah kontrakan ini.

”Aaah ngak usah,, kamu tau siapa Sarah itu Myr?,” tanya Ikbal kepadaku

“Iiyaa sayang lesbian juga dan kekasih gelapmu kan?” Dengan nada sombong aku menjawab.

“Eeehh sok sekali kamu yaa,” balas Ikbal kepadaku. “Eh Myr bukannya dari dulu Myria bilang pengen rasain lesbi juga??” mendengar pertanyaan Ikbal aku hanya tersenyum, aku segera menarik kepala Ikbal dan kami kembali berciuman dengan rakus.

“Dasaar pelacurr, nihh rasakan jarikuu,,”, Ikbal mengobok-obok mekqiku.

“Uuhhhh,teruuusss sayang,, aaahhh, enakkk,,,” dengan sedikit berjongkok aku langsung mengulum rodal ikbal.

“Iyaa terus, kulum terus, mulut kamu memang untuk rodalku Myria,,”, Ikbal terus meracau, dan saat sedang asik-asiknya mengulum rodal ikbal aku merasa terkejut sebab ada yang melumat dan mengigit susuku, sebab ngak mungkin itu Ikbal sebab aku sedang dalam posisi jongkok dan Ikbal berdiri.

“Uuhh,,, ” aku merasa keenakan sebab tetekku di sedot-sedot oleh seseorang dan saat aku mau melihat siapa itu, kepalaku langsung di tahan Ikbal sesampai rodal Ikbal tetap berada dalam mulutku.

“Ummh,, Ummhh,, ” aku mengeluh nikmat.

“Uuuhh montok sekali susu kamu ya Myr??”, Aah suara itu ake kenal suara itu pikirku. Itu Sarah bathinku.

“Uuh,, uhh,,” aku terus melengguh nikmat saat sarah terus menjilati dengan rakus dan mengigit puting ku, ngak tahu kenapa aku malah semakin bernafsu diperlakukan seperti itu oleh Sarah nafsu sex aku semakin lebih tinggi.

“Ikbal sayang aku pengen rasain mekqi Myria yaa??” bilang Sarah ke Ikbal.

“Iyaa sarah sayang puaskan dirimu, ngak usah ragu-ragu sama wanita murahaan ini”, Ikbal langsung mencabut rodalnya dalam mulutku dan ke dua tangannya membuka lebar kakiku, dengan cepat dan rakus Sarah langsung menjilat-jilat mekqi ku.

“Uuuhhh, aaahhhh,,mmmm,, ooohhh Jangan,,,” teriakku, dan

“Plaaak, plaaak,,” 2 tamparan melayang di pipiku oleh Ikbal.

“Dasaar pereek, so jual mahal ya,,,,” Hardik Ikbal padaku.

“Mmmmm, iyaaa sayang enaakk,, ooohhh saraha terussss sarr,, aaahhhhh,,” badanku langsung bergetar mendapatkan orgasme pertamaku.

“Plaaak,,,” Dasar mekqi busuk, beraninya ya ngak izin dulu keluarin di mulutku, bilang sarah sambil menampar mekqi ku,,

“Ikbal rodali aja lontemuu ini,,” sarah pun mengambil cairan pejuku dan memasukan ke dalam mulutku.

“Niih rasa dulu pejumu sendiri Myria baru aku,,” dan dengan rakus aku menjilat tangan sarah yang penuh cairan pejuku.

“Ikbal sayang mantan kamuu ini emang bener-bener lonte yang maniak yaaa? Jarang lho dapat lonte pintar dan penurut kayak ginii,, he,, bisa jadi mainan sarah nich,,”, ujar sarah senang.

“Mulutnya yg sok manis ini memang cocok buat mekqi aku dan rodalmu ya sayang??,”, lanjut Sarah.

“Iyaa sarah sayang, ini memang lonte kita, ia jugaa mau kok sar, tenang aja,, iyaaa kan Myr kamu sukaa kan??” Bilng Ikbal.

Dengan mata sayu dan tersenyum aku menjawab, “Mmmmmh,,iyaaa sayang,,”

”Ayoo bilang apa ke Sarah??” Tanya Ikbal.

“Sarr,, makasih yaaa,,,”, dan Sarah pun langsung mencium aku dan kami berciuman dengan rakus.

Ikbal pun langsung memasukan penisnya kedalam mekqi ku,, “Uuhhhh,, ooohhhh enaaakkk sayang,, yaang keraasss sayaaaang, mmmmmm,, ooouuuwwhh,,,”

“Uuuuhhh, Ikbal lontee kamu ini bikin aku gemeteran aja ya?”, ujar Sarah.

“Plak,, plaaak,,cuiihhh,,” Pipiku ditampar keras Sarah dan tubuhku diludahi olehnya.

“kamuu sukaaa Myr??? Mmmmmhh”, aku kembali hanya anggukan kepala sambil mengigit bibir bawah dan tersenyum.

” Dasar lonte murahan kamu myr”, teriak Sarah.

Sarah membuka mulutku dengan paksa dan “cuiihhh,,” ia meludah didalamnya.

“Ayoo Ikbalz sayang nihh mulut sok imut masih terbuka,” bilang Sarah yg meludahi mulutku.

“cuiiihh,, telaan ituuu lonteeee,” Ikbal pun ikut meludah dalam mulutku.

“Mmmmhhhh,, aku langsung menelannya,,,”

Ikbal sayang aku ke rumah bentar ya ambil seks toys dulu, biar seru,hehe,,”, bilang Sarah,,,

“Ookee, pake mobil Myria aja”, cetus Ikbal,,

“Pinjam dulu yaa Myria?” Sarah teriak kepadaku.

“iyaa sar,,,”, jawabku.

Sarah pun pergi,, dan aku pun terkulai lemas menunggu siksaan-siksaan apa lagi yang mungkin akan Ikbal dan sarah berikan.

“Kamuu sukaaa Myria??” ujar Ikbal dengan mata merendahkan

“Ooooohhh iyaaa sayaaang,, aku suka,, rodaliiii akuuuu” , jawabku

“hahaha wajah kamu tuh kalau lagi nafsuu bener kayak lontee jalanan,,” cetus ikbal sambil berdiri dan meninggalkan aku tergeletak telanjang ditengah ruangan.

Tak lama sarah membawa 2 dildo yang cukup besar. Dildo yang sarah bawa cukup bagus, bisa bergerak sendiri dengan menekan tombol penggeraknya.

Melihat itu ikbal tersenyum seakan menemukan ide baru untuk mempermainkan aku. Ikbal dibantu sarah memasukkan kedua dildo itu ke mekqi dan pantatku.

“aaahhh, stooopp ikbaallll, mmmmm,,,,

“dasaar pereek, so jual mahal ya,,,, kamu itu diam dan nikmati saja”

Dildo yang cukup besar itu masuk semuanya ke nonok dan pantatku.. “aaaahh.. aaahhh’ aku menjerit kesakitan.

“Kamuu sukaaa kan Myria??” ujar Ikbal dengan mata merendahkan

“Ooooohhh iyaaa syaaang,, suka rodaliiii akuuuu, lagi trus” , jawabku sesudah mulai dapat menikmati apa yang mereka lakukan.

“Uuhhhh,, ooohhhh enaaakkk sayang,, yaang keraasss sayaaang, mmmmmm,, ooouuuwwhh,,, Uuuuhhh, siksa aku, siksa lontee mu ini,,”

Ikbal kemuia duduk disofa dan ia menyuruhku berjalan membungkuk sambil mengulum rodalnya.

“plak, plaaak,,cuiihhh”, pipiku ditmpar kras Ikbal dan mukaku diludahi olehnya,,

Sementara dildo itu tetap menempel di nonok dan pantatnya, bergerak-gerak sendiri , “uuhhh, aaahhhh,,mmmm,, ooohhh enaaakkk,,,”.

“plaaak, plaaak,,” Ikbal terus menerus menampari pipiku

“Uuuuhhh,, aaaahhhh, Ikbaaaaaal,,mmm,,,” tanpa sadari aku sudah kembali merasa keenakan.

Tak lama sarah yang tadi masih berdiam diri mulai melepas dildo dianusku, “aaahhh…” aku merasakan rasa nikmat ketika dildo itu dicabut olehnya.

Kini hanya dildo di mekqiku saja yang masih terpasang . ‘uuuhhh,, aaaahhhh, sarrr,,” desahku.

Ternyata sarah mulai menjilati lubang pantatku yang terbuka lebar sebab habiz dipasang dildo,

“uuhhh, aaahhhh,,mmmm,, ooohhh enaaakkk,,,”

“Egghhmm, oohh, shitt, shitt”, aku menjerit dan badanku mengejang saat jari telunjuk sarah masuk kedalam anusku itu. Badanku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, merasakan nikmatnya dilubang anus dan mekqiku. Nafasku terengah-engah sambil mengerang kesakitan.

“uuhhh, aaahhhh,,mmmm,, ooohhh enaaakkk sarr,,,” desahku dengan tak jelas sebab mulutku terisi penuh oleh rodal Ikbal

Sarah kemudian memasang double dildo dan sekarang iya seakan memiliki sebuah rodal hitam yang besar.

“uuuhhh,, aaaahhhh, Sarah,,” desahku ketika dildo itu kembali memasuki anusku.

“Aaahh, Stoop, kumohon jangan sarr”.

Kedua tangan sarah memegang pantat ku, sedangkan pinggulnya bergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan sarah memukul pantatkuu dan sesekali meremas tetekku dari belakang.

“plak, plaaak,,cuiihhh”, pantat ku ditampar keras Sarah dan di ludahi olehnya,,

Dengan membiarkanku dalam keadaan dildo dimekqi. Kondisi ku yang sedang Dianal oleh sarah membuat Ikbal mengalami klimaks saat rodalnya masih dalam mulut ku…

“Mmmmm, iyaaa sayaang enaakk,, ooohhh myr terussss myr,, aaahhhhh”, badan Ikbal bergetar mengeluarkan pejunya dalam mulut ku dan bahkan sebagian terciprat ke tubuhku.

“Ufffhh,,”, aku tersedak saat peju Ikbal keluar.

“Ayo minum lonte,,” perintah Ikbal padaku.

“Iya sayang, slurpp,,, slupp,,” aku meminum dan menjilati peju ia yang ada dirodal dan badanku.

Melihat itu sarah semakin mempercepat kocokannya di anusku “plak, plaaak,, Uuuuhhh,, aaaahhhh, Sarah,” desahnya sambil trus memukul pantatku.

“Anjingg, bangsaatt, perekk, loo myr.. ngentoott, gue entotin loo”, Sarah merancau tak jelas. Dan akhirnya sarah mendapatkan orgasmenya saat dildo masih terpasang di lobang anusku, mekqi sarah menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya yang menetes diantara dildo yang terpasang dimekqinya.

“Aoohh, oouuhh, bangsaatt, shitt, shitt”

“uuhhh, aaahhhh,,mmmm,, ooohhh enaaakkk,,, plaaak, plaaak,,”

“uuhhh, aaahhhh,,mmmm,, ooohhh enaaakkk,,, plaaak, plaaak, ooohhh myr terussss myr,, aaahhhhh” teriak sarah yang sedang mengalami kenikmatan orgasmenya.

“Kamuu sukaaa Myr???mmmmmhh iya sar suka”, Jawabku sambil mengigit bibir menahan rasa nikmat orgasme yang sangat hebat dalam diriku.

“Hahaha kamu memang lonte yang hebat myr,,” Lalu mereka menyuruhku untuk mandi sebab tubuhku sudah penuh dengan sperma,dan disaat aku mau pergi mandi dengan dildo di nonok nya si ikbal berkata
“Myria mendingan dildonya kamu lepas dulu hahaha”

Mendengar itu myria ikut tertawa dan berkata “iyaa Ikbal sayang, myria ini memang lontee kitaa yang sejati selalu ingin dientotin mekqiny tanpa henti sampai lupa bgitu..”

“Plaak.. cuiihhh,” pipiku ditmpar kras oleh Sarah dan tubuhku kembali di ludah olehnya,,

“Dan kamu jangan mandi di kamar mandi, tetapi kita akan mandiian kamu di halaman belakang?” ujar sarah kepadaku. Akhirnya aku menuruti permintaan itu,

Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuhku dengan air dingin sambil memerintahkan untuk menggosok- gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah dari sperma kering yang menempel di tubuhku. Disemprot air dingin seperti itu, membuatku terkejut dan menggigil kedinginan.

“uuhhh, aaahhhh,,mmmm,,” aku mendesah sebab merasakan hawa dingin yang sangat.
Dan ini membuatku ingin buang air kecil “Ikbal aku pengen buang air kecil” lalu Ikbal berkata “boleh aja kamu pengen buang air kecil,tetapi kamu harus buang air kecilnya disini”

Ikbal lalu menyiram mekqiu dengan selang, aku mengambil posisi jongkok dan mulai kencing, lalu bulu kemaluannya jadi tersisir rapi dibasahi oleh air selang yang kencang. ,” aaahhhh,,mmmm,, ” aku merasakan kenikmatan yang berbeda saat buang air kecil ini .

“hahaha..” ikbal dan sarah tertawa dengan puasnya akan perlakuan mereka kepadaku.

Sesudah bersih aku kembali kedalam rumah dengan menggigil dan masuk kedalam kamar.

Dalam pikiranku malam ini aku sangat senang krn keinginanku yang selama ini terpuaskan. Malam ini aku dijadikan budak sex, boneka sex, mainan sex atau apalah namanya.

Mereka memainkanku dengan berbagai posisi, aku sampai mengalami saat orgasme sampai beberapakali. Tubuhku sangat lemas sekaligus sangat puas, tak kuhiraukan mereka yg memperlakukanku seperti pelacur, lonte, perek.

Paginya akupun bersiap-siap pulang, Ikbal dan Sarah pun mengancamku dengan ancaman agar kapanpun mereka butuh pemuas nafsu, aku hrs mau menuruti kemauan mereka. Dalam hati aku berkata “Bahkan tanpa diancampun aku tak akan menolak hal ini lagi” aku menikmati peranku . Peran sebagai budak sex Ikbal dan sarah.

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*