Ngentot Kakak Adik Satu Ranjang | Sex Terbaru
Situs BandarQ

Ngentot Kakak Adik Satu Ranjang

<center>

Sebut saja namaku Herman sekarang saya berumur 27 tahun , saya sudah berkeluarga dengan istri yang cantik namanya Silvi, saya bisa berkenalan dengannya sebab hobi saya fotografer dulu silvi sering menjadi model jilbabku dan sering saya fotoin bersama adiknya yang bernama laila.

Mereka merupakan kakak beradik yang cantik dan manis, keduanya bertubuh mulus dan berbadan tinggi semampai, itulah salah satu semangat saya menikahi Silvi, sebab tubuhnya yang indah. Tapi saya pun sangat tertarik terhadap adiknya, Laila.

cerita dewasa hot, cerita sex kakak adik, cerita mesum saudara, cerita ngentot memek kakak adik, ML satu kamar, threesome satu ranjang, kisah panas kakak adik, kisah bergambar seks, kentu kakak adik

Dia tidak berjilbab dan selalu mengenakan baju sexi dan mini, tidak kala saya sedang menonton TV bersamanya di ruang keluarga saya selalu berusaha mencuri-curi pandang ke arah tubuhnya yang terlihat mulus. Tapi hasrat itu hanya bisa ku pendam saja.

Kala itu, saya sedang bekerja di ruangan kerjaku di perusahaanku, kebetulan perusahaanku sedang mengalami sedikit guncangan akibat dampak makin banyaknya perusahaan saingan di kotaku itu. Pada saat jam pulang kerja, tepatnya pukul 17.00 saya terdiam diri sendian di ruanganku sebab memikirkan masalah itu.

Kurang lebih 30 menit saya melamun, dan tiba-tiba terbayang sosok Laila fikiranku, saya membayangkan dirinya sedang bugil, pikiran kotorku semakin merajalela dan kontolkupun mengeras seketika.

Saat sedang asik menghayalkan tubuh indah Laila terdengar suara ketukan pintu “tok tok tok” saya kaget dan tersadar, saat membalikan badan ternyata Silvi istriku datang untuk menjemputku, sebab rencananya pulang kerja kami mau pergi makan malam bersama Silvi dan adiknya juga. “

cerita dewasa hot, cerita sex kakak adik, cerita mesum saudara, cerita ngentot memek kakak adik, ML satu kamar, threesome satu ranjang, kisah panas kakak adik, kisah bergambar seks, kentu kakak adik

eh… sayang…. udah siap ni, cepet amat datengnya!!” tegurku,

“ah… iyah yang… saya sengaja datang lebih cepat sebab takut jalanan macet, sekarangkan malem minggu” jawab Silvi. “

Mana Laila yang??? Katanya dia mau ikut dengan kita makan malam dan nonton??

” “oh… iyah nanti dia nyusul katanya, soalnya dia mau ngembaliin buku ke temennnya dulu, gak lama lagi nanti dia datang ko” jawab Silvi sambil duduk di pangkuanku, dan diapun menyadari kontolku sedang keras,

“eh… sayang,… lagi pengen yah????

Itunya bangun tuh…” ledeknya. Iya ni yang… saya lagi pengen, kita ML dulu yuk… karayawan udah pada pulang ko,

cerita dewasa hot, cerita sex kakak adik, cerita mesum saudara, cerita ngentot memek kakak adik, ML satu kamar, threesome satu ranjang, kisah panas kakak adik, kisah bergambar seks, kentu kakak adik

Hanya ada satpam, dia juga jam segini lagi pulang dulu, dia baru bakalan jaga lagi nanti jam 9 malem” ajakku terhadap Silvi.

“ah… jangan disini ah.. nanti kalau Laila dateng gimana??!!” jawab Silvi.

“ahh…. pasti Laila telepon dulu kalau dia mau nyampe sini,*****mungkin masuk ke kantor sendirian, apa lagi kalau sore kantor ini sepi”. Alhasil istriku mau menerima tawaranku tadi,

“Iya deh sayang…. tapi saya ga lepas jilbab yah… soalnya ribet pasangnya lagi… kan kita mau jalan abis ini hehehh…

” “iya deh… pakek jilbab lebih asyik kok…

” alhasil kamipun saling berpelukan sambil berciuman, saya lumat bibir kecil istriku, sambil tanganku meraba-raba toketnya yang tidak begitu besar, perlahan tanganku melepaskan roknya tapi bibirku masih tetap melumat bibirnya.

Semakin bernafsu saya lepas pula atasan baju istriku, dan ku remas-remas dengan keras toket Silvi yang masih terbingkus Bra, lalu saya lepaskan Branya dan saya lumat puting merah muda di puncak gunung kembarnya Silvi, terdengar suara erangan Silvi yang mendesah kenikmatan… “ahhh…. sayang….. enak yang… ahhh…. terus nenenin tetek saya yang….!!! aahhh….” semakin semangat saja saya menjilati tubuhnya.

Kini saya pun berada di selangkangannya, tanpak pikir panjang, saya pun membuka celana dalam birunya, dan saya jilati kemaluan Silvi yang bersih dari bulu itu, kemudian saya buka mulut memeknya yang wangi dan masih terlihat selaput dara yang baru saja saya rusak di malam pertama kami 1 bulan yang lalu, kemudian saya jilati klitoris Silvi, dan “ ahhhh… sayang… ahhh… geli yank…. ahh…. saya serasa pengen pipis….”

Tapi saya tidak menghiraukannya, saya terus saja menjilati klitorisnya sambil memasukan jari tengahku ke dalam mulut memek Silvi, semakin cepat saya menusukan jari tengahku, semakin dahsyat desahan Silvi, “ahhh….. sayang… ahhh… ahhh… saya mau dapet yang…. ahhhhhh……” pantatnya nampak menggelinjang dan pahanya tiba-tiba menutup menjepit kepalaku, ternyata Silvi sudah orgasme,

Saya pun segera membuka celanaku, saat sedang membuka kemeja, tiba-tiba pintu ruanganan ku terbuka, sebab ternyata saya lupa menutupnya rapat-rapat dan menguncinya, saya dan istriku langsung kaget.

Ternyata pintu itu terdorong oleh sesosok tubuh yang telah tidak mengenakan baju sehelaipun, dan ternyata itu merupakan Laila, yang ternyata sedari tadi dia mengintip kami, dan bermastrubasi sambil menyaksikan kami berdua ML, tanpa pikir panjang, saya langsung menarik lembut tangan Laila dan membisikkan di telinganya

“Ayo sini kakak puaskan bareng kak Silvi

” dengan malu-malu iya mengikuti tarikan tanganku, saya tidak sadar bagaimana respon Silvi yang sedang terkulai lemas di atas meja kerjaku sebab orgasme pertamanya itu, tapi setelah saya memandang wajahnya, Silvi malah tersenyum dan senyum itu memberi arti bahwa Laila boleh ikut ML bareng,

Alhasil Laila saya suruh jongkok dan saya pegangkan Kontol kerasku, dengan malu-malu dia mengocok-ngocok kontolku dengan pelan, tiba-tiba Laila langsung melumat dengan liar kontolku, saya sedikit kaget sebab ternyata dia sangat pandai menghisap kontol, saya hanya bisa menikmati sambil sesekali mendesah kenikmatan…

“ahhh…. ayo Laila sayang… sepong terus kontol kakak… uhhh… ahhh…. yes… “

Setelah puas saya disepong oleh Laila, saya langsung berbaring di atas meja dan menyuruh Silvi menaiki badanku dan menduduki kontolku,

“ah……. enak yang…. ahh… saya goyang yahh… ahh…” desah Silvi, sambil tanganku meraba-raba Memek Laila yang berada di sebelah Silvi. Dan tidak lama Silvi pun berhenti dari genjotannya itu sambil mendesah

“ahhh…… ahhh….” dan terasa pantatnya kembali menggelinjang dan pahanya dia tutup rapat-rapat. Kemudian saya bisikan terhadap Silvi, “yang…. saya coba punya Laila juga yah…” kemudian Silvi pun hanya mengangguk tidak berkata apapun sambil beranjak dari atas badanku.

Kemudian saya suruh Laila menduduki kontolku, dan tanpa ragu Laila duduk di atas badanku, sambil menuntun kontolku ke dalam Memeknya, ohh….. walau sudah tidak perawan tapi memek Laila sungguh nikmat,

“ahh… kak… ahh…. enak kak… genjot dari bawah kak!!!” desahnya. Dan akupun goyangkan kontolku secara cepat sambil memandangi wajah dan tubuh Laila yang menghadap ke arahku. Akupun terus menggenjot memek Laila dari bawah…. dan beberapa saat kemudian,

Laila mendesah… “ahhhh.. ahh…. kak… terus genjot…. Laila mau dapet ni… ahh…..” akupun terus menggenjot dan sebab saking bernafsunya menggenjot, akupun tidak kuasa menahan ejakulasiku,

Tapi sesaat sebelum saya berejakulasi, Laila mendesah… “ahh… saya dapet… kak…” sambil menggelinjang, dan akupun mengeluarkan lahar putihku di dalam memek Laila, adik dari Istriku. Sungguh nikmatnya memuncratkan pejuh hangat di dalam memek yang selama ini saya hayalkan.

Alhasil saya tersenyum puas sambil meandangi wajah kedua kakak beradik itu, kemudian Silvi mencium bibirku, dan berbisik

“enak mana yang? Punya saya apa Laila??

” saya hanya tersenyum, dan meremas toket Laila yang masih terduduk di atas kontolku

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*