Ngentot Teman Kakak Saat Main ke Rumah | Sex Terbaru
Situs BandarQ

Ngentot Teman Kakak Saat Main ke Rumah

<center>

Perkenalkan nama saya Oka, saya masih belum berkeluarga dengan umurku yang sudah 28 tahun, saya masih menginap di rumah kakak ku Mbak Fariha dengan Suaminya mas Anwar, saya di sarankan untuk tinggal bersamanya karena kakakku belum mempunyai momongan, jadi untuk meraimakan rumahnya saya disuruh untuk menemani mereka,
Selain bekerja di perusahaan swasta saya juga ada sampingan yaitu jual handphone, pada suatu ketika, Mbak Fariha itu menanyakan kepadaku, apakah saya memilki handphone Iphne . Karena temannya, sebut saja Ratna, sedang mencari handphone tipe itu. Kebetulan sekali saya ada stock handphone tipe itu.

cerita sex pasangan kencan, cerita ML di rumah, cerita dewasa hot, cerita ngentot teman kaka, cerita xxx baru, kisah hot terbaru, kumpulan ngeseks di rumah, kulum kontol, memek basah, ngentot terbaru 2018, hot ngentot memek, koleksi ngentot enak

Ratna, sahabat Mbak Fariha itu, umurnya sekitar 29 tahun dan sering juga main ke rumah kami, sudah cukup akrablah dengan kami. Wajahnya lumayan manis, kulitnya putih bersih dengan rambut sebahu, yang kadang suka membuatku agak deg-degan juga saat melihatnya.

Setelah harga sesuai dan barang siap, 3 hari kemudian, kebetulan hari Minggu, Ratna berniat untuk mengambil handphone tersebut. Sebetulnya Mbak Fariha tak ada rencana untuk pergi pada hari Minggu itu karena Ratna akan datang, cuma saja sekitar jam 10-an, Mas Anwar ditelepon temannya yang mengatakan bahwa ada seorang dari sahabat mereka yang meninggal.

Maka mereka pun segera berangkat, sebelum berangkat Mbak Fariha berkata kepada saya,

“Ka, nanti kalau si Ratna datang, suruh makan yach, udah dimasakin tuh, terus kalau mau pulang, nggak usah tungguin Mbak dan Mas Anwar dech.”

“Iya Mbak, pokoknya beres dech..” jawabku.

Memang Ratna ini sudah seperti keluarga.

Sekitar jam 12-an, Ratna datang.

cerita sex pasangan kencan, cerita ML di rumah, cerita dewasa hot, cerita ngentot teman kaka, cerita xxx baru, kisah hot terbaru, kumpulan ngeseks di rumah, kulum kontol, memek basah, ngentot terbaru 2018, hot ngentot memek, koleksi ngentot enak

“Kok sendirian aja Mbak, mana ‘gandengannya’, nggak diajak nich..” godaku, meski saya tahu kalau Ratna belum punya pacar. saya memang memanggil ia dengan Mbak karena ia sahabat Mbak Fariha. ia cuma tersenyum.

“Mana Mbak Fariha dan Mas Anwar, Ka?” Tanya dia.

“Lagi melayat temannya Mas Anwar, Mbak..” jawabku.

Maka setelah ngobrol ke sana kemari serta menunjukkan handphone yang akan ia beli itu, kemudian Ratna berkata, “Ka, ajarin Mbak yach pakenya, abis Mbak kan baru sekarang punya ini, musti belajar dulu.”

“Beres Mbak, tenang aja..” jawabku.

Maka sambil duduk di sebelahnya, saya mulai mengajarinya cara menggunakan handphone itu.
Hmm.. wangi tubuhnya yang putih bersih itu mulai tercium. Kulitnya yang mulus ditumbuhi bulu-bulu halus ditangannya.

“Wah.. tipe cewek gini nich yang aku suka”, kataku dalam hati. Semakin lama saya semakin berani untuk mendekatkan posisi dudukku, semakin merapat ke sisi Ratna. Sambil sesekali saya curi-curi mencium rambutnya. Oohh.. tiba-tiba aja saya ingin membelai rambutnya.

Setelah beberapa penjelasan yang kuberikan, ia mulai mencoba handphone itu, meski beberapa kali ada salah pencet tombol. Karena salah itu, saya meralat dengan menekankan tombol yang benar, yang mau tak mau, saya harus memegang jari-jari manis Ratna.

Entah tiba-tiba saja, saya menggenggam tangan Ratna.

“Tangan kamu halus sekali Yu, lembut..” kataku.

Wajah Ratna yang putih berubah jadi kemerahan dan tertunduk saat saya menatap matanya,

“Ah kamu, Ka, biasa aja..” saya semakin memberanikan diriku, saya menaruh handphone itu di meja dan mulai meremas tangan Ratna.

“Kamu manis sekali Ratna..” Ratna cuma diam saja sambil tetap menunduk. saya memegang pundaknya dan memutar badannya hingga berhadapan denganku.

Kusentuh dagunya dan kuangkat wajahnya, hingga saya bisa melihat dengan jelas betapa manisnya wajah Ratna, meski agak merah karena malu mungkin. saya tersenyum dan ia pun balas tersenyum.

Saya semakin nekat, perlahan-lahan saya mendekatkan wajahku ke arahnya dan kulihat ia mulai memejamkan matanya.

“Nah, ini ia nich..” pikirku. Perlahan saya mulai meraba bibirnya yang mungil itu. Tak kusangka, ternyata ia membalas kecupanku.

Semakin saya bernafsu untuk melumatkan bibirnya, ternyata semakin ‘buas’ juga ia membalasnya. Hmm.. saya jadi tak tahan.

Perlahan saya mulai melingkarkan tanganku ke pinggangnya, ia membalasnya. saya semakin mendekapnya, dan kurasakan gumpalan toketnya yang mungil, hangat di dadaku. Sambil terus berciuman, saya mulai merebahkan Ratna di karpet tempat kami duduk.

Sementara itu, batang kemaluanku mulai berdiri. Sambil masih mengenakan baju, saya menggesek-gesekkan batang kemaluanku itu ke belahan selangkangannya. Kebetulan ia mengenakan kulot dari bahan yang agak tipis, sehingga gundukan kemaluannya bisa kurasakan meski masih memakai celana.

Kulihat ia masih memejamkan mata sambil sesekali kudengar nafasnya yang memburu. ia pun membalas goyangan pinggulku dengan menggoyangkan pantatnya.

“Hmm.. mungkin ia sudah pernah nich”, pikirku. Kami semakin panas, perlahan saya mulai melepaskan kancing kemeja putih yang ia kenakan, satu persatu sambil kudengar nafasnya yang makin cepat. Setelah semua kancing kulepaskan, mulai kusingkap ke kiri dan ke kanan kemejanya itu.

Ohh.. toketnya tak terlalu besar memang, tapi kulitnya itu yang membuat jantungku berdegup keras, seperti lilin, halus sekali. saya mulai mencium bagian telinga, lalu semakin turun ke leher. Ratna menggelinjang, kuteruskan ke bagian dadanya sambil perlahan kulepaskan bra-nya.

Kulihat puting toketnya yang berwarna merah muda itu sudah membesar dan toketnya agak keras. Kucium perlahan-lahan sekitar putingnya, Ratna semakin menggelinjang.

“Aahh.. terus, Ka, teruuss.. aahh..” desahnya. Sambil terus mencium dan menjilat toketnya, perlahan kulepaskan kancing celananya.

Rupanya Ratna paham akan maksudku itu, ia mengangkat pantatnya sedikit sehingga dengan leluasa saya melepaskan celananya.

Rupanya diapun tak mau ketinggalan, ia melepaskan satu persatu kancing kemejaku, sebelum habis semua kancing kemejaku terbuka, saya segera melepaskannya. Setelah itu, Ratna melepaskan kancing celanaku. Kini kami cuma mengenakan celana dalam saja.

Saya kemudian menggesek-gesekkan batang kemaluanku yang masih ditutupi celana dalam itu ke selangkangannya. “Ahh.. semakin terasa sekarang..” pikirku.

“Kamu cantik sekali Ratna, kamu manis..” rratnaku. Kembali kucium sekitar toketnya sambil perlahan-lahan kuturunkan ciumanku ke bawah.

Terus ke pusar, kulihat ia kegelian, sambil meremas rambutku. “Teruskan, Ka, saya ingin..” katanya.

Terus kuciumi sampai akhirnya tiba di selangkangannya. Samar-samar bisa kulihat bulu-bulunya yang lebat di balik celana dalamnya yang menggunung itu.

Kuciumi, hmm.. wangi sekali. Secara naluriah, Ratna merenggangkan kakinya sehingga saya semakin leluasa menciuminya.

Semakin lama kulihat semakin basah celananya itu, maka dengan cepat saya melepaskan celana dalamnya itu. Benar, rupanya sudah basah, saya perlahan mulai menjilati liang kewanitaannya yang basah. Ratna semakin menggelinjang, kusedot, kujilat klitorisnya.

“Suu..daahh.., Okaa.. mmaa..ssuu..kkiinn..” desahnya tak sabar.

Maka dengan segera saya melepaskan celana dalamku dan memasukkan batang kemaluanku ke liang kewanitaan Ratna. Mungkin karena sudah basah, dengan mudah kejantananku menerobos masuk. saya sempat berpikir sejenak, kok langsung yach, Ooo.. berarti Ratna memang sudah pernah berhubungan sebelumnya.

Dengan perlahan saya mulai menghujamkan batang kemaluanku, semakin dalam semakin hebat gelinjang Ratna. Setelah kurasakan semua sudah masuk, perlahan saya mulai bergerak keluar masuk, pelan.. pelan.. Ratna pun tak kalah, ia menggoyangkan pantatnya.

“Aahh.. teerruuss.., Ka.. aahh..” desahnya. saya pun semakin cepat bergerak, sambil kuhisap putingnya. Rupanya Ratna akan orgasme, gerakannya semakin liar.

Tak lama kemudian, dengan gerakan mengangkat bagian punggungnya, ia dengan ‘agak kasar’ melumat bibirku dan kurasakan batang kemaluanku terasa berdenyut-denyut dan terjepit.

Dan, “Aaahh..” dengan jeritan tertahan, Ratna seolah menggelepar dan tak lama kemudian tubuhnya terkulai lemas. ia sudah orgasme rupanya, sambil menatapku, ia berkata, “Kamu hebat Ka, kamu terusin aja, sampe kamu juga dapetin yach sayang..”

Kembali saya menggerakkan batang kemaluanku keluar masuk. Ratna mengulum bibirku, rupanya ia sudah mulai panas lagi, goyangan pantatnya semakin cepat dan semakin cepat. Kurasakan bahwa pejuhku sudah hampir tiba di ujungnya, saya semakin mempercepat gerakanku, diimbangi oleh gerakan Ratna.

“Aahh.. Ratnau.. saya mau keluar nicchh..” desahku.

“Samaa.. Ka, saya jugaa.. aahh..” jerit Ratna tertahan berbarengan dengan muncratnya pejuhku keluar. Pada saat pejuhku akan keluar itu, kuhujamkan batang kemaluanku sedalam-dalamnya ke dalam liang kewanitaan Ratna,

“Aaahh..” Kami keluar bersamaan, sesaat mataku terasa berkunang-kunang dan selanjutnya saya merasa melayang.

Ah, rupanya cukup banyak pejuh yang telah kukeluarkan di dalam liang kewanitaan Ratna, karena saya merasa beberapa kali menyemprotkannya dan setelah itu masih terasa terus mengalir keluar. Terasa hangat ujung kemaluanku itu. Ratna pun tampaknya sangat puas.

“Ka.. Kamu hebat sekali, saya bisa sampe 2 kali keluar.. kamu hebat sekali sayang..”

“Terima kasih sayang”, kataku sambil mengecup kening Ratna.

“Biarkan di dalam saja sayang, saya masih ingin merasakan hangatnya..” bisik Ratna di telingaku. Rupanya Ratna punya maksud lain dengan membiarkan batang kemaluanku itu tetap di dalam liang kewanitaannya.

Setelah kami dapat mengatur nafas kembali, kurasakan pantat Ratna kembali digerak-gerakkan. Gerakannya memutar dan naik turun. Batang kemaluanku yang sudah terkulai lemas, dengan gerakan seperti itu, kembali mulai tegang.

“Kamu diam aja, Ka, sekarang giliran saya yang akan membuat kamu melayang”, bisik Ratna.

Pada saat batang kemaluanku sudah kembali tegang, Ratna memintaku untuk segera mengeluarkan batang kemaluanku itu dari dalam liang kewanitaannya. Begitu batang kemaluanku keluar, saya langsung didorong ke belakang hingga saya telentang dan tanpa kusangka, Ratna mulai memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya.

Aaahh.. rasanya geli bercampur nikmat, apalagi pada saat lidahnya bermain-main di sekitar ujung batang kemaluanku. ia hisap ujung batang kemaluanku, lalu dengan perlahan ia mulai memasukkan ujung batang kemaluanku ke dalam mulutnya, terus hingga setengah batang kemaluanku memenuhi mulutnya.

Astaga, geli bercampur nikmat kurasakan hingga di ubun-ubunku. ia terus mengulum dan mengisap batang kemaluanku, hingga akhirnya,

“Aaahh.. Ratnau.. akuu.. maauu.. keeluuaarr.. aahh..” saya sudah tak tahan lagi, dengan batang kemaluanku yang masih di dalam mulutnya, kumuncratkan pejuhku.

Kupikir Ratna akan segera mengeluarkan batang kemaluanku dari mulutnya begitu pejuhku muncrat, tapi ternyata tidak. ia malah seperti mengisap-isap batang kemaluanku hingga saya merasa melayang-layang.

“Aaahh.. Ratna.. kamu hebat sekali, saya nggak kuat” kataku sambil tersenyum pada Ratna. Batang kemaluanku benar-benar merasa tersedot seluruh isinya, saya lemas sekali. Dan ketika tak ada pejuh yang keluar lagi, Ratna mengeluarkan batang kemaluanku dari mulutnya.

Ohh, rupanya ia menelan semua pejuhku itu karena batang kemaluanku bersih dan dari mulutnya pun tak ada sisa pejuh yang tertinggal.

Setelah itu kami tidur-tiduran di karpet tempat kenikmatan terjadi, sambil saya memeluk Ratna dari belakang. saya dapat melihat kepuasan mamancar dari wajah Ratna yang memang ratna itu. Sungguh Ratna, saya pun puas sekali.

Dan semenjak saat itu, dengan alasan belajar memakai handphone, saya dan Ratna sering bertemu dan mengulangi segala kenikmatan yang telah kami lakukan, baik di tempat Ratna maupun di rumahku sewaktu Mbak Fariha dan Mas Anwar tak ada.

<center>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*