Mengintip Kegiatan Cewek Seksi Orgasme | Sex Terbaru
Situs BandarQ

Mengintip Kegiatan Cewek Seksi Orgasme

<center>

Saat saya ngekost di sebuah rumah yang terdiri dari beberapa kamar, beruntung samping kamarku di huni oleh gadis cantik imut dan seksi, sperti biasa setiap kamar ada ventilasi anginnya awalnya saya tutup dengan kertas putih sebelum ada gadis yang menempati sebelah kamarku, Karena tau kalau ada gadis cantik aku lepas penutup kertasnya dan bisa melihat aktivitas pada sebelah kamarku.

Suatu malam saya mendengar bunyi pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu saya seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya…, tetapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati.

cerita sex orgasme, cerita mesum cewek horny, cerita dewasa cewek sange, kisah seks dalam kamar, orgasme cewek seksi, memek sempit cewek seksi, toket seksi, main memek, kocok memek

Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Nabila, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya…, akhirnya ia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat saya mengintip. Nabila sama sekali tak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah saya yang bisa leluasa melihat ke dalam kamarnya.

Pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya…, lalu saja tiba-tiba kontolku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Nabila lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya.

cerita sex orgasme, cerita mesum cewek horny, cerita dewasa cewek sange, kisah seks dalam kamar, orgasme cewek seksi, memek sempit cewek seksi, toket seksi, main memek, kocok memek

Sejenak ia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada toketnya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya toketnya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya ia mulai merasakan nikmat, lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama.

Saya bergetar lemas melihatnya, sedangkan kontolku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Nabila mulai melepaskan celana dalamnya dan…, Wowww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah meqki yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu.

Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Nabila naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.

Nabila menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan…, naik dan turun…, rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali ia rasakan, tetapi sampai lama Nabila bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu ia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya meqkinya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur.

Kasihan Nabila…, rupanya ia sedang terangsang berat…., bunyi nafasnya yang ditahan menggambarkan ia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Nabila kemudian mengambil spidol…, dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang meqkinya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu,

“Ahh…, ahh”, Lalu dicopotnya spidol itu dari meqkinya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam meqkinya…, pertama…, jari itu masuk sebatas kukunya kemudian ia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, ia melenguh,

“Oohh…, ohh…, ahh”, tetapi heran saya jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari meqkinya, kurang nikmat rupanya…, lalu ia melihat sekeliling mencari sesuatu…, saya yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tak tahan lagi.

Kontolku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang kontolku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat meqki si Nabila yang sedang terangsang itu.

Lalu saya mengintip lagi dan sekarang Nabila rupanya sedang menempelkan meqkinya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama ia berbuat seperti itu…, dan tiba-tiba ia melenguh, “Ahh…, ahh…, ahh”, rupanya ia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.

Setelah selesai, ia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat meqkinya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja.

Terlihat jelas meqkinya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis…, dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji kontolku dan kukocok kontolku yang sedang dalamn posisi “ON”.

Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala kontolku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, “Akhh”, saya mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada meqki Nabila yang masih telentang di tempat tidurnya.

Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Nabila yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya ia ketiduran, mungkin capai dan lelah.

Esok harinya saya bangun kesiangan, lalu saya mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam saya baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan saya pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh saya sampai ke tempat kostku.

Setelah makan malam tadi di jalanan, saya masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. saya duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. saya memang orang yang tak suka berisik, dalam bicarapun saya senang bunyi yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang berbunyi keras, saya langsung menghindar, saya tak suka. Acara TV rupanya tak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Nabila…, yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat saya sangat ingin memilikinya

Saya naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Nabila yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa ia sedang betul-betul tidur pulas.

Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu saya tak memakai celana dalam lagi, saya sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan saya pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su.

Setelah kulihat situasinya aman dan tak ada lagi orang, ternyata pintunya tak di kunci, mungkin ia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi ia tak memikirkan lagi tentang kunci pintu.

Dengan berjingkat, saya masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu saya duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, “Alaamaak”, Nabila memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku.

“Ohh…, glekk”, saya menelan ludah sendiri dan repotnya, kontolku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya saya langsung menubruk dan mejebloskan kontolku ke dalam meqkinya, tetapi saya tak mau ceroboh seperti itu.

Setelah saya yakin bahwa Nabila benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu saya sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan membuat kontolku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk.

Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada meqkinya yang masih tertutup itu, saya diam sejenak takut kalau kalau Nabila bangun, saya bisa kena malu, tetapi rupanya Nabila benar-benar tertidur pulas, lalu saya mulai menyibak celana dalamnya dan melihat meqkinya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang.

“Huaa”, saya merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran meqkinya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut.

Kontolku rasanya makin ereksi berat, saya mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Nabila, betapa kuingin memilikimu, saya menyayangimu, cintaku langsung hanya untukmu. Oh, saya terperanjat sejenak ketika Nabila bergerak, rupanya ia menggerakkan tangannya sejenak tanpa sadar, karena saya mendengar nafasnya yang teratur berarti ia sedang tidur pulas.

Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini Nabila benar-benar telanjang bulat.

Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Toketnya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada meqkinya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas.

Oh, saya benar-benar tak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar meqkinya. saya memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, saya memang jago memainkan lidah, maka saya praktekan pada meqki si Nabila ini. Lereng gunung meqkinya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang indah itu.

Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, saya usap terus, saya colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair.

Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuatku terkejet-kejet, kontolku sudah tak sabar lagi, tetapi saya masih takut kalau kalau Nabila terbangun bisa runyam nanti, tetapi desakan kuat pada kontolku sudah sangat besar sekali.

Nafasku benar-benar tak karuan, tetapi kulihat Nabila masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, meqki yang mungil, meqki yang indah, meqki yang sudah basah.

Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Nabila, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Nabila.

Sayang Nabila tertidur pulas, andaikata Nabila bisa merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya itu, tetapi walaupun Nabila saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis,…nikmat yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tak teratur serta meqkinya yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih bisa dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.

Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di meqkinya, maka pelan-pelan kontolku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung meqkinya, lalu pada clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada meqkinya membuat kontolku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di meqkinya.

Dan ketika kontolku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti kontolku kumasukan perlahan-lahan ke dalam meqkinya…, pelan, pelan dan, “sleeppp…, sleseppp”, kepala kontolku yang gundul sudah tak kelihatan karena batas di kepala kontolku sudah masuk ke dalam meqki Nabila yang hangat nikmat itu.

Lalu kuperhatikan sejenak wajahnya, Masih!.., dia, Nabila masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat,

“Ehhss…, ehh…, sss”, seperti orang ngigau. Lalu kucabut lagi kontolku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya,

“Akhh…, ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya meqkimu Nabila, betapa seretnya lubangmu sayang”. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Nabila, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa enaknya meqkimu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi saya akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. saya sangat menyayangimu.

Lalu kembali kutekan agak dalam lagi kontolku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam meqkinya,
“Bleeeess…, blesssess”, “Akhh…, akhh”, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali meqkinya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai meqki seenak dan segurih milik Nabila ini.

Ketika kumasukan kontolku lebih dalam lagi, kulihat Nabila agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya ia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi ia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang saya yakin sekali bahwa Nabila pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.

Sayapun demikian, ketika kontolku sudah masuk semua ke dalam meqkinya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang diberikan oleh meqki Nabila ini, aneh sangat luar biasa, meqkinya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang. Benar-benar meqki yang luar biasa. Oh Nabila, tak akan kutinggalkan kamu.

Lalu dengan lebih semangat lagi saya mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan Nabila ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar meqkinya yang lembut, habis kutekan kontolku dalam-dalam.

Aakh, sumur Nabila memang bukan main, walaupun lubang meqkinya itu kecil tetetapi aneh bisa menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang kontolku ini, meqki yang luar biasa.

Lama-kelamaan, ketika kontolku benar-benar kuhunjamkan habis dalam-dalam pada meqkinya, saya mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku.

“Ohh…, ohh”, kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam meqkinya yang sempit itu. saya langsung lemas, dan segera kucabut kontolku itu, takut Nabila terbangun.

Dan setelah selesai, saya segera merapikan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga saya kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, saya kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi.

Saya masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, saya menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Sayapun tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya seperti biasa saya bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Nabila keluar dan tersenyum padaku.

“Mau berangkat Pak?”, tanyanya, saya dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.

“Kok Nabila nggak sekolah?”.

“Nanti Pak, Nabila giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Nabilapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan saya langsung berangkat ke kantor.

<center>

One comment

  1. Hai . . cari ttm khusus buat cewek n tante yg suka phone sex, video call . . add wa 083848574250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*